• Rabu, 19 Januari 2022

Suami Tak Beri Nafkah Istri dan Anak Selama Berbulan-bulan Bisa Jadi Piutang? Begini Penjelasannya

- Kamis, 7 Oktober 2021 | 14:28 WIB
Pakar Hukum dari Advocate and Counselor At Law Harry Rianda memberikan penjelasan terkait hukum suami tak memberikan nafkah kepada anak dan istri. (Darjat Nuryadin/Bantenraya.com)
Pakar Hukum dari Advocate and Counselor At Law Harry Rianda memberikan penjelasan terkait hukum suami tak memberikan nafkah kepada anak dan istri. (Darjat Nuryadin/Bantenraya.com)

BANTENRAYA.COM - Nafkah merupakan suatu kewajiban yang harus dikeluarkan oleh seorang laki-laki yang telah berkeluarga, atau menjadi kepala rumah tangga.

Namun adakalanya, kewajiban memberikan nafkah itu tidak dipenuhi.

Lalu bagaimana hukumnya, jika suami tidak memenuhi nafkah terhadap keluarganya?

Baca Juga: Saking Banyaknya, Mia Amalia Sang Peraih Emas di PON Lupa Jumlah Medali yang Sudah Diraih dari Muaythai

Kali ini, Bantenraya.com kembali melakukan kajian bersama Harry Rianda dari Advocate and Counselor At Law di Jalan Raya Serang-Pandeglang, Kelurahan Tembong, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang.

Dimana, aturan menafkahi keluarga sudah diatur dalam aturan dan undang-undang yang berlaku.

Berdasarkan Surat Edaran Mahkamah Agung (SEMA), Nomor 2 Tahun 2019 tentang pemberlakuan rumusan hasil rapat pleno kamar Mahkamah Agung 2019 sebagai pedoman pelaksanaan tugas bagi penghasilan, soal nafkah itu telah dibahas.

Baca Juga: Dinilai Rumit dan Mahal, UMK Malas Urus Sertifikasi Halal Produk

Di sana disebutkan jika nafkah madliyah anak yang dilalaikan oleh ayahnya dapat diajukan gugatan oleh istri atau ibu si anak.

Berdasarkan SEMA itu, maka istri bisa memasukkan nilai gugatan nafkah madliyah saat mengajukan perceraian, berserta petitum lainnya.

Namun si istri harusbl terlebih dahulu mempersiapkan bukti-bukti pendukung.

Baca Juga: Gawat, Wilayah Pandeglang Diguncang Gempa Magnitudo 4,7

Dalam Pasal 116 huruf a hingga huruf k Kompilasi Hukum Islam (KHI), salah satu alasan nafkah madliyah bisa digugat yaitu keyika suami melanggar Ta'lik Talak.

Ta'lik Talak atau nafkah tidak diberikan oleh suami selama 3 bulan atau lebih bisa menjadi utang bagi suaminya.

Nafkah terutang tersebut dapat diminta oleh istri dengan gugatan nafkah madliyah sesuai dengan Pasal 80 ayat (5) KHI.

Baca Juga: Banyak TKA di Banten, Sedikit yang Bisa Bahasa Indonesia

Dalam pasal tersebut memberi hak kepada istri untuk mengajukan gugatan ke Pengadilan Agama atas tidak diberikannya nafkah yang menjadi kewajiban suami kepada istri dalam jangka waktu 3 bulan atau lebih.

Berdasarkan KHI pasal 156 segala biaya hadhanah atau pemeliharaan anak dan nafkah anak menjadi tanggung jawab sesuai dengan kemampuan ayahnya sampai anak tersebut dewasa 21 tahun.

Sedangkan menurut Pasal 156 huruf d KHI, perceraian orang tua juga tidak memberikan dampak penghentian kewajiban ayah untuk memberi nafkah kepada anaknya.

Baca Juga: Pengumuman, Gubernur Segera Buka Sayembara Desain Monumen Perjuangan Pembentukkan Provinsi Banten

Namun, jika terjadi suatu hal lain pada ayahnya atau berdasarkan putusan pengadilan, atas kewajiban ayah untuk memberikan nafkah, maka secara terpaksa ibu yang harus menanggung nafkah anaknya tersebut, meski pun hal itu tidak menggugurkan kewajiban sang ayah. ****

Halaman:
1
2
3

Editor: Jermainne Tirta Dewa

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X