• Minggu, 23 Januari 2022

Suami Tak Beri Nafkah Istri dan Anak Selama Berbulan-bulan Bisa Jadi Piutang? Begini Penjelasannya

- Kamis, 7 Oktober 2021 | 14:28 WIB
Pakar Hukum dari Advocate and Counselor At Law Harry Rianda memberikan penjelasan terkait hukum suami tak memberikan nafkah kepada anak dan istri. (Darjat Nuryadin/Bantenraya.com)
Pakar Hukum dari Advocate and Counselor At Law Harry Rianda memberikan penjelasan terkait hukum suami tak memberikan nafkah kepada anak dan istri. (Darjat Nuryadin/Bantenraya.com)

Namun si istri harusbl terlebih dahulu mempersiapkan bukti-bukti pendukung.

Baca Juga: Gawat, Wilayah Pandeglang Diguncang Gempa Magnitudo 4,7

Dalam Pasal 116 huruf a hingga huruf k Kompilasi Hukum Islam (KHI), salah satu alasan nafkah madliyah bisa digugat yaitu keyika suami melanggar Ta'lik Talak.

Ta'lik Talak atau nafkah tidak diberikan oleh suami selama 3 bulan atau lebih bisa menjadi utang bagi suaminya.

Nafkah terutang tersebut dapat diminta oleh istri dengan gugatan nafkah madliyah sesuai dengan Pasal 80 ayat (5) KHI.

Baca Juga: Banyak TKA di Banten, Sedikit yang Bisa Bahasa Indonesia

Dalam pasal tersebut memberi hak kepada istri untuk mengajukan gugatan ke Pengadilan Agama atas tidak diberikannya nafkah yang menjadi kewajiban suami kepada istri dalam jangka waktu 3 bulan atau lebih.

Berdasarkan KHI pasal 156 segala biaya hadhanah atau pemeliharaan anak dan nafkah anak menjadi tanggung jawab sesuai dengan kemampuan ayahnya sampai anak tersebut dewasa 21 tahun.

Sedangkan menurut Pasal 156 huruf d KHI, perceraian orang tua juga tidak memberikan dampak penghentian kewajiban ayah untuk memberi nafkah kepada anaknya.

Baca Juga: Pengumuman, Gubernur Segera Buka Sayembara Desain Monumen Perjuangan Pembentukkan Provinsi Banten

Halaman:

Editor: Jermainne Tirta Dewa

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X