• Jumat, 28 Januari 2022

Diorama G30S PKI di Museum Markas Kostrad Hilang, Mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo Bilang Ada Penyusupan

- Kamis, 30 September 2021 | 16:37 WIB
Mantan Panglima TNI Jenderal Purn Gatot Nurmantyo  (twitter.com/nurmantyo_gatot)
Mantan Panglima TNI Jenderal Purn Gatot Nurmantyo (twitter.com/nurmantyo_gatot)

BANTENRAYA.COM – Malam 30 September kurang dari 10 jam. Malam nanti oleh bangsa Indonesia sebagai malam jahanam karena ada peristiwa berdarah penculikan dan pembunuhan 7 perwira TNI AD  di republik ini oleh PKI.

Meski peristiwanya sudah berlangsung lama yakni 1965,  paham komunisme tetap menjadi momok dan membuat seluruh komponen bangsa waspada akan kebangkitan paham ini.

Satu dari banyak tokoh publik giat menyuarakan sikap kehati-hatian akan bangkitnya PKI adalah  mantan Panglima TNI Jenderal Purn Gatot Nurmantyo.

Baru-baru ini Gatot Nurmantyo  bahkan menyoroti hilangnya diorama G30S PKI di Museum Dharma Bakti, Markas Kostrad, Jakarta Pusat.

Baca Juga: Kembalikan Fungsi Taman Sari Jadi Ruang Terbuka Hijau, Pedagang Bakal Direlokasi ke Tiga Tempat Ini

Dikutip dari Pikiran-Rakyat.com dari judul berita ‘Gatot Nurmantyo Tuding TNI Disusupi Usai Raibnya Diorama G30S PKI, Markas Kostrad Ungkap Alasan Pembongkaran’ Gatot menyebut informasi soal hilangnya diorama G30S PKI didapatnya dari utusan yang sengaja ia kirim ke Museum Dharma Bakti.

Diorama G30S PKI yang hilang tersebut menampilkan 3 tokoh militer, termasuk Soeharto.

“Foto dari video terakhir tadi udah kosong,” ujar Gatot.

Namun kejadian ini rupanya berbuntut panjang karena Gatot lantas menuding paham komunisme telah masuk ke tubuh TNI.

“Makanya saya katakan bahwa ini sudah ada penyusupan paham-paham kiri, paham komunis di tubuh TNI,” ungkapnya.

Halaman:

Editor: Muhaemin

Sumber: PikiranRakyat.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kaum Millenial Jadi Magnet Partai Politik Indonesia

Minggu, 9 Januari 2022 | 14:07 WIB

Gabung ke PKS, Nardji Cagur Didukung Istrinya

Rabu, 5 Januari 2022 | 17:46 WIB
X