• Senin, 15 Agustus 2022

Mantan Anggota DPRD Provinsi Banten Tersangka Jual Beli Tanah Sitaan KPK 

- Kamis, 30 September 2021 | 09:46 WIB
Kondisi lahan sitaan KPK yang kini digarap pengembang untuk menjadi perumahan dan menjerat seorang mantan anggota DPRD Provinsi Banten menjadi tersangka, Rabu 29 September 2021.  (darjat nuryadin/bantenraya.com)
Kondisi lahan sitaan KPK yang kini digarap pengembang untuk menjadi perumahan dan menjerat seorang mantan anggota DPRD Provinsi Banten menjadi tersangka, Rabu 29 September 2021. (darjat nuryadin/bantenraya.com)

BANTENRAYA.COM - Mantan anggota DPRD Provinsi Banten Rahmat ditetapkan menjadi tersangka dalam kasus jual beli tanah di Jalan Sewor, Kelurahan Banjarsari, Kecamatan Cipocok, Kota Serang.

Tanah yang menyeret mantan anggota DPRD Provinsi Banten itu saat ini menjadi tanah sitaan KPK dari kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU) Tubagus Chaeri Wardana (TCW). 

Direskrimum Polda Banten Kombes Pol Ade Rahmat Idnal mengatakan, pengungkapan kasus dugaan mafia tanah yang menyeret mantan anggota DPRD Provinsi Banten adalah hasil laporan masyarakat dengan nomor 316 tanggal 25 Agustus 2021. 

Baca Juga: Luhut Sebut Tuduhan Harus Azhar Rekaan dan Berita Bohong

"Pelapor Kustohid kuasa hukum dari ahli waris (Neneng) membuat laporan atas dugaan tindak pidana pemalsuan surat, atau penggelapan hak atas barang tidak bergerak," katanya kepada Bantenraya.com, Rabu 29 September 2021. 

Menurut Ade, setelah melakukan pemeriksaan terhadap 17 orang saksi, mulai dari pelapor, ahli waris, notaris, Badan Pertanahan Nasional (BPN), terlapor dan pihak lainnya, penyidik Polda Banten menetapkan seorang tersangka. 

"Untuk tersangka berinisial RMT (mantan anggota DPRD Provinsi Banten) warga Drangong, Kecamatan Taktakan, Kota Serang, dan telah dilakukan penahanan," ujarnya. 

Baca Juga: Yakin Bisa! Tiba di Papua, Wagub Banten Beri Semangat Atlet PON Raih Prestasi

Ade menjelaskan, dari hasil pemeriksaan, diketahui jika awalnya Sugiarto (almarhum) membeli sebidang tanah di Kelurahan Banjarsari dalam 825 AJB pada tahun 1993 hingga 1997 dengan luas sekitar 182 hektare, dan belum diperjual belikan pada orang lain. 

"Terkait bidang tanah yang saat ini ramai diberitakan, Sugianto (almarhum) membeli tanah tersebut dari Ahmad," ungkapnya.

Halaman:

Editor: Jermainne Tirta Dewa

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Prediksi Warganet Terkait Kasus Kematian Brigadir J

Senin, 8 Agustus 2022 | 17:07 WIB
X