• Kamis, 9 Desember 2021

Cara-Cara Hadapi Teror Debt Collector Pinjaman Online Menurut LBH

- Sabtu, 18 September 2021 | 17:20 WIB
Pengacara LBH Jakarta Jeanny Silvia Sari Sirait.  (Tangkapan layar YouTube Kanal Najwa Shihab)
Pengacara LBH Jakarta Jeanny Silvia Sari Sirait. (Tangkapan layar YouTube Kanal Najwa Shihab)

BANTENRAYA.COM - Pinjaman online yang semakin merebak kerap kali membuat sang peminjam atau bahkan kita yang tidak mengetahui soal pinjaman diteror debt collector. Teror bisa dilancarkan lewat telepon, pesan elektronik maupun langsung datang ke rumah sang peminjam.

Dikutip dari YouTube kanal Najwa Shihab dengan judul Tips Hadapi Pinjol Gak Ada Akhlak : di Balik Layar Mata Najwa menit ke 2.32 sampai 5.30. Dalam YouTube tersebut Najwa Shihab yang tengah berbincang dengan Jeanny Silvia Sari Sirait Pengacara LBH Jakarta tentang tips menghadapi debt collector yang bisanya kasar dan mengancam saat melakukan penagihan.

Dalam video tersebut Najwa Shihab menanyakan apa yang harus dilakukan seseorang yang mendapatkan atau menjadi korban teror dari pinjaman online.

Baca Juga: Nur Najwa Tawarkan Pakaian Pengantin Berkualitas

“Jika kita jadi korban dan diteror itu sebaiknya bagaimana?,” kata Najwa menanyakan.

Lalu Najwa juga menanyakan apakah harus direspon jika ada debt collector yang WA dan telpon.

“Ini kalau terus-terusan di WA dan ditelpon bagaimana apakah harus digubris atau tidak?,” tanyanya lagi.

Menurut Jeanny, yang pertama harus dilakukan adalah mendokumentasikan semua bentuk teror, baik itu melalui telepon, whatsapp (WA), maupun saat debt collector datang kerumah. Sebab, hal tersebut akan menjadi bukti saat seseorang melaporkan ke kepolisian karena ancaman.

“Pertama itu, dokumentasikan segala bentuk teror, terornya kan bisa lewat telepon, atau bahkan sampai datang kerumah. Sebab ini akan menjadi bukti ketika melakukan pelaporan yang selalu ditanyakan kepolisian buktinya mana,” jawabnya.

“Jika diperlukan WA di screenshot sampai nomor debt collectornya, percakapan direkam saat menelepon dan datang kerumah,” imbuhnya.

Baca Juga: Rampas Mobil, 4 Debt Collector Akhirnya Parkir di Jeruji Besi

Menurut Jeanny,berbagai telepon dan WA dari debt collector  tidak perlu dibalas . Sebab, hal tersebut juga tidak memberikan solusi. Bahkan bisa membuat tambah stres karena ancaman.

“Persoalnya selama ini jika ditelepon dan dijawab ada solusinya atau tidak, dan itu tidak pernah ada. Hal itu akan menambah stres sementara solusi tidak ada,” paparnya.

Jeanny menambahkan, para peminjam online sebaiknya langsung melakukan restrukturisasi dan rescheduling pembayaran. Lalu kirimkan kepalikasi pinjaman online terkait, bisa datang langsung atau dikirimkan dengan mekanisme pengiriman ter tracking.

 “Biasanya kalau sudah dibuat restrukturisasi dan rescheduling debt collector tidak akan menagih lagi. Sebab, sekarang urusan peminjam langsung dengan perusahaan,” paparnya.

Untuk seseorang, papar Jeanny yang tidak meminjam tapi mendapatkan teror, karan bisa jadi itu data bocor atau dibocorkan,maka solusinya adanya melakukan pelaporan kepada kepolisian.

Baca Juga: Dua Pembuat Miras Oplosan di Pandeglang Dibekuk, Belajar Meracik dari YouTube

 “Kalu begitu (tidak meminjam tapi ditagih karena pinjaman teman dan lainnya-red) maka lapor polisi. Sebab, patut diduga data dibocorkan,” pungkasnya.***

 

Halaman:

Editor: Muhaemin

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X