• Jumat, 1 Juli 2022

Mendorong Percepatan Pemulihan Ekonomi, Paradigma Bergeser Menjadi Berbasis Riset dan Inovasi

- Jumat, 17 September 2021 | 20:48 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (istimewa)
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (istimewa)

Pada tahun 2020, pengguna aktif aplikasi Edutech Indonesia tumbuh signifikan mencapai 200% dan jumlah penguna Healthtech (telemedicine) juga meningkat signifikan. Bahkan dalam 5 tahun ke depan, diprediksi pengguna telemedicine di Asia Pasifik akan meningkat sebesar 109%.

Kemajuan teknologi digital haruslah dipandang menjadi sebuah peluang bagi Indonesia. Berbagai studi menyatakan bahwa peluang ekonomi digital Indonesia masih terbuka lebar karena didukung oleh sejumlah faktor, seperti jumlah penduduk yang terbesar ke-4 di dunia, dengan jumlah penduduk usia produktif mencapai lebih dari 191 juta atau 70,7%, yang ditopang oleh Generasi Z sebanyak 75,49 juta orang, atau 27,94% dan Generasi Y/Milenial yang mencapai 69,90 juta jiwa atau 25,87%.

Untuk mendorong peningkatan daya saing dan meraih peluang tersebut, pemerintah telah memberikan dukungan fiskal berupa kebijakan Super Tax Deduction untuk kegiatan vokasi, industri padat karya maupun penelitian dan pengembangan.

Hal ini dilakukan agar dapat mendorong dan memunculkan talenta-talenta (SDM) Indonesia yang hebat, produktif, serta SDM yang dapat membawa negara ini bersaing secara global khususnya di era digital saat ini.

“Selamat mengikuti acara ini, semoga kegiatan ini dapat memberikan optimisme bagi kita semua dalam memunculkan ide-ide dan inovasi baru yang dapat mendorong percepatan pemulihan ekonomi nasional,” pungkasnya.

Turut hadir dalam acara tersebut, Menteri Pendidikan Kebudayaan, dan Ristek Nadiem Anwar Makarim, Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Dr. Laksana Tri Handoko, dan Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia Dr. Ir. Heru Dewanto.***

Halaman:

Editor: Rahmat Kurniawan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X