• Senin, 29 November 2021

Larang Saipul Jamil Kembali ke Dunia Hiburan, Komnas Perlindungan Anak: Jadi Tukang Bakso Saja

- Kamis, 16 September 2021 | 15:41 WIB
Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak Arits Merdeka Sirait saat melantik pengurus LPA Provinsi Banten di KP3B, Kota Serang, Kamis, 16 September 2021. Arits mengomentari soal fenomena Saipul Jamil yang menurutnya harus meninggalkan profesi lamanya sebagai publik figur dan mencari profesi lain. (Muhamad Tohir/Banten Raya)
Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak Arits Merdeka Sirait saat melantik pengurus LPA Provinsi Banten di KP3B, Kota Serang, Kamis, 16 September 2021. Arits mengomentari soal fenomena Saipul Jamil yang menurutnya harus meninggalkan profesi lamanya sebagai publik figur dan mencari profesi lain. (Muhamad Tohir/Banten Raya)

BANTENRAYA.COM - Komisi Nasional atau Komnas Perlindungan Anak meminta Saipul Jamil tidak lagi kembali ke profesi dahulu sebagai artis.

Sebab kejahatan seksual yang dilakukannya membuatnya tidak pantas menjadi publik figur. Komnas Perlindungan Anak menyarankan Saipul Jamil mencari profesi lain, salah satunya menjadi tukang bakso.

"Masih ada kegiatan yang lain. Bisa menjadi pedagang bakso," kata Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak Arits Merdeka Sirait usai melantik pengurus Lembaga Perlindungan Anak atau LPA Provinsi Banten di KP3B, Kota Serang, Kamis, 16 September 2021.

Baca Juga: Sulit Disembuhkan, Maia Estianty Blak-blakan Ungkap Punya Penyakit Ini

Merdeka mengatakan, karena kejahatan seksual adalah kejahatan luar biasa maka harus betul-betul diperangi dan pelakunya diberi sanksi sosial.

Sekalipun Saipul Jamil sudah menjalani hukuman tetapi tetap tidak boleh menjadi publik figur, karena seorang publik figur adalah orang yang patut dicontoh.

"Jangan karena sudah keluar dari penjara itu seolah-olah menjalani hukuman kejahatan seksual itu hal biasa dan dianggap sebagai pembebas," ujarnya.

Baca Juga: Menikah, Ridho DA Undang Lesti Kejora dan Rizky Billar

"Dan merasakan seperti pahlawan disambut dengan apa namanya mobil terbuka diarak dan sebagainya itu tidak elok itu. Itu tidak mengandung unsur edukasi," kata Merdeka.

Seharusnya, kata Arist, Saipul Jamil ketika keluar penjara meminta maaf kepada korban dan kepada orang tua korban serta anak-anak yang mengalami kejahatan seksual lainnya di seluruh Indonesia.

"Ketika Saipul Jamil disambut seolah-olah pahlawan itu yang tidak patut dicontoh itu pasti menyakiti hati korban," katanya.

Baca Juga: Mengenal Pangkas Rambut Asgar, Berasal dari Limbangan dan Sudah Turun Temurun

Merdeka mengatakan, bila di Eropa setiap keputusan pengadilan kejahatan seksual dan pasti ada keputusan bagi penjahat seksual dipasangi chip sehingga dapat dipantau pergerakannya.

Sayangnya untuk keputusan pengadilan pada kasus Saipul Jamil tidak ada pemasangan chip.

"Kalau di Eropa itu dengan kesadaran sendiri dia sudah tidak menjalankan profesinya ini lagi," ujarnya. ***

Halaman:

Editor: Jermainne Tirta Dewa

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X