• Jumat, 28 Januari 2022

Mengenal Sosok Yuliani, Petani Cantik Produsen Beras Sultan hingga Diekspor Sampai Korea

- Kamis, 9 September 2021 | 17:05 WIB
Yuliani, petani beras kewal atau beras Sultan Banten asal Cirebon, Jawa Barat. (Satibi/Banten Raya)
Yuliani, petani beras kewal atau beras Sultan Banten asal Cirebon, Jawa Barat. (Satibi/Banten Raya)

BANTENRAYA.COM - Profesi petani selalu didominasi pria, namun tidak bagi Yuliani. Pasalnya, perempuan asal Cirebon, Jawa Barat ini lebih tertarik menjalani profesinya sebagai petani.

Kepada Bantenraya.com, Yuli sapaan akrabnya mengaku memang sejak lama tertarik dengan dunia pertanian.  Awal mula Ia mene kuni pertanian adalah dengan menanam bunga dan buah.

Kemudian seiring berjalan waktu, perempuan berambut panjang ini mendapatkan masukan untuk beralih menjadi petani beras.

Baca Juga: Waduh! Di 2026 Nanti Petani Bakal Hilang dari Banten

Jadi petani beras, pemilik motto Gelem Ora Gelem Nafsu Tani atau mau tidak mau harus nafsu jadi petani ini, kemudian mendapatkan masukan untuk bertani padi lokal kewal yaitu padi yang dahulu kala dikonsumsi oleh Sultan Banten.

Proses untuk mendapatkan benih padi kewal, kata Yuli membutuhkan proses yang panjang. Namun Ia tetap bergeming dan terus menekuninya.

Usahanya tersebut akhirnya membuahkan hasil, dengan mendatangi seorang pria bernama Pak Momot, akhirnya Yuli mendapatkan benih padi kewal di wilayah Anyer, Kabupaten Serang.

Baca Juga: Segera Daftar! Program Kartu Prakerja Gelombang 20 Sudah Dibuka, Ini Syarat dan Linknya

“Awalnya saya memproduksi padi kewal seluas satu hektare dengan panen enam bulan sekali,” kata wanita juga ounya motto, Wong Weteng Kudu Mangan Yuk Kita Nani atau  orang lapar harus makan, ayo kita jadi petani, Kamis, 9 September 2021.

Ia mengaku, kini dari yang awalnya panen selama enam bulan sekali, saat ini Yuli mampu panen empat bulan sekali.

Salah satu kajian yang dilakukan adalah dengan merevitalisasi lahan, karena saat ini lahan perswahan di Kabupaten Serang memiliki kedaleman hanya sebatas lutut.

Baca Juga: Gadis Hanyut di Sungai Ciujung Ditemukan Mengambang di Pamarayan

Kemudian lahan tersebut direvitalisasi, sehingga kedaleman lahan persawahan bisa melebihi betis.

Dari hasil pengembangan tersebut, Yuli berhasil memanen padi kewal selama empat bulan sekali. Rencananya hasil panen tersebut akan diekspor ke Korea.

“Saat ini saya masih mengembangkan agar bisa panen tiga bulan sekali, saya mohon dukungan dan doanya agar target tersebut berjalan lancar. Lahan yang saya garap saat ini sudah mencapai 12 hektare,” harapnya. ***

Halaman:
1
2

Editor: Jermainne Tirta Dewa

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Novotel Tangerang Ajak Lansia Jaga Kebugaran

Jumat, 28 Januari 2022 | 10:00 WIB

Harga Motor Seken di Kota Cilegon Januari 2022

Jumat, 28 Januari 2022 | 09:30 WIB

Bertajuk Festival Lunar, ACE Hardware Bertabur Promo

Jumat, 28 Januari 2022 | 00:14 WIB

Cau Cau Kripik Pisang Gula Aren Makin Berkembang

Kamis, 27 Januari 2022 | 06:30 WIB

Cek Tagihan Listrik Lebih Mudah dengan SwaCAM PLN

Senin, 24 Januari 2022 | 19:45 WIB
X