• Sabtu, 23 September 2023

Rugikan Nagara Rp70 miliar, 5 Terdakwa Kasus Hibah Ponpes Diadili Hari Ini

- Rabu, 8 September 2021 | 11:53 WIB
Kelima terdakwa saat persiapan mengikuti persidangan online di Pengadilan Tipikor Negeri Serang. (Darjat Nuryadin/Banten Raya)
Kelima terdakwa saat persiapan mengikuti persidangan online di Pengadilan Tipikor Negeri Serang. (Darjat Nuryadin/Banten Raya)

BANTENRAYA.COM - Kelima terdakwa kasus korupsi hibah ponpes tahun 2018 dan 2020 mulai diadili dan menjalani sidang perdana di Pengadilan Tipikor Negeri Serang, Rabu 8 September 2021.

Dalam kasus korupsi hibah ponpes perbuatan kelimanya, diduga telah merugikan keuangan negara Rp70 miliar.

Kelima terdakwa kasus korupsi hibah ponpes yaitu mantan Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Banten Irvan Santoso, ketua tim evaluasi penyaluran hibah Ponpes Toton Suriawinata.

Baca Juga: Dor! Pelaku Curanmor di Pandeglang Dihadiahi Timah Panas, 15 Unit Motor Diamankan

Terdakwa berikutnya, Tb Asep Subhi pengurus salah satu Ponpes penerima bantuan hibah, Agus Gunawan honorer di Kesra Provinsi Banten dan Epieh Saepudin dari pihak swasta.

Dalam pantauan Banten Raya sekitar pukul 11.17 WIB, sidang yang akan dipimpin majelis hakim Slamet Widodo, dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Banten Yusuf, disaksikan kuasa hukum.

Sedangkan kelima terdakwa yang mengikuti persidangan secara online di Rutan Pandeglang.

Baca Juga: Innalillahi.. 41 Orang Meninggal Dunia dalam Kebakaran di Lapas Tangerang

Agenda kali ini, pembacaan dakwaan oleh JPU Kejati Banten. Hingga berita ini ditulis, persidangan baru akan digelar dan tengah mempersiapkan alat-alat untuk melakukan sidang secara online.

Diketahui sebelumnya, untuk mengungkap kasus korupsi hibah Ponpes ini, tim penyidik Pidsus dan Intel Kejati Banten telah memeriksa ratusan saksi, atas dugaan korupsi dana hibah Ponpes tahun 2018 senilai Rp 66,280 miliar dan tahun 2020 sebesar Rp117 miliar.

Dari pemeriksaan terhadap beberapa Ponpes penerima bantuan.

Baca Juga: Kota Tangsel Tak Jadi Buang Sampah ke Kota Serang di Pekan Pertama September, Ini Penyebabnya

Ada dua modus yang dilakukan dalam tindak pidana korupsi ini. Pertama yaitu pesantren fiktif seolah penerima bantuan padahal penadah. Kedua penyaluran (bantuan) lewat rekening tapi begitu sudah sampai cair masuk ke rekening pondok tapi diminta kembali, untuk di potong.

Pemotongan bantuan setiap Ponpes berbeda-beda, yaitu dari Rp15 juta hingga Rp20 juta, penerima bantuan tidak secara utuh menerima bantuan Rp40 juta untuk setiap pesantren. Bahkan yang awal mencanangkan pembangunan pesantren dibatalkan karena bantuannya di sunat. (***)

Editor: Jermainne Tirta Dewa

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X