• Sabtu, 21 Mei 2022

Julukan The King of Lip Service Jokowi Dinilai Terlalu Sopan

- Sabtu, 3 Juli 2021 | 17:50 WIB
Presiden Joko Widodo
Presiden Joko Widodo

JAKARTA- Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sekolah Tinggi Hukum (STH) Indonesia Jentera, Renie Aryandani menilai bahwa julukan The King of Lip Service untuk  Presiden Joko Widodo (Jokowi) masih terlalu sopan.


Pernyataan itu sekaligus merespons jawaban Jokowi yang menyinggung perihal sopan santun dan tata krama setelah dikritik BEM Universitas Indonesia (UI).


"Menurut saya sendiri, julukan The King of Lip Service justru terlalu sopan jika dibandingkan dengan tanggung jawab pak Jokowi selama ini," ujar Renie dalam agenda Indonesia Corruption Watch (ICW), Jumat (2/7/2021).


"Janji manisnya justru terealisasi menjadi melemahkan pemberantasan korupsi, pengabaian terhadap pelanggaran HAM, atau bahkan justru menjadi aktor pelanggar HAM itu sendiri semata untuk mengeksploitasi sumber daya alam dan tenaga kerja," sambungnya seperti dilansir CNNIndonesia.com, Sabtu (3/7/2021).


Renie menilai kebijakan yang ditempuh Jokowi tak lebih untuk memberikan keuntungan bagi oligarki. Ia berujar berbagai jalan, meskipun tidak adil, terus ditempuh untuk mencapai hal tersebut. Atas dasar itu, ia menyatakan Jokowi sebagai 'Bapak Oligarki Indonesia'.


BACA JUGA: BEM UI Sebut Presiden Jokowi King of Lip Service


"Presiden yang sudah tahu, sudah dikasih tahu, tetapi ketika dia membiarkan itu terjadi terus menerus, kenapa kita tidak memberi julukan lain. Kalau Sukarno adalah Bapak Proklamator, Soeharto adalah Bapak Pembangunan, enggak salah ketika kita kasih julukan Presiden Jokowi sebagai Bapak Oligarki Indonesia," tandasnya.


Ia lantas menyinggung perihal pembungkaman demokrasi yang terjadi di berbagai sektor hanya demi menjaga kepentingan oligarki.


"Karena untuk kepentingan oligarki justru pembungkaman demokrasi terjadi di berbagai sektor seperti masyarakat adat, buruh, petani, kaum rentan minoritas, mahasiswa, dan lain-lain. Itu justru dibungkam dan dibentengi aparat keamanan seperti TNI-Polri," imbuhnya.

Halaman:

Editor: Dewa

Tags

Terkini

X