BANTENRAYA.COM – Program Studi Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) Ilmu Komunikasi Universitas Pelita Harapan (UPH) menyelenggarakan kegiatan Sekolah Kebangsaan yang ditujukan untuk siswa dan siswi yang berstatus sebagai pemilih pemula di SMAN 15 Kabupaten Tangerang, Jumat, 24 Februari.
Kegiatan ini dilakukan untuk memberikan edukasi menyambut pemilihan umum yang akan berlangsung tahun 2024.
Dalam hal ini, pemilih pemula merupakan warga negara Indonesia (WNI) dalam rentang usia 17 sampai 21 tahun yang baru pertama kali memiliki hak suara dan kesempatan untuk berpartisipasi dalam pemilu.
Baca Juga: Komentari Mario Dandy Saat Ditahan, Budiman Sudjatmiko Ungkap Bakal Digigit Nyamuk
Sekolah Kebangsaan sendiri hadir sebagai program yang ditujukan untuk mengedukasi pemilih pemula tentang pentingnya literasi digital dalam kontestasi politik 2024.
Melalui program ini, pemilih pemula diharapkan dapat memilah dengan baik informasi yang beredar di internet sehingga terhindar dari hoaks pemilu.
Diharapkan juga dengan program ini dapat meningkatkan partisipasi politik dan pemilih pemula ketika pemilu nanti.
Baca Juga: Menanti Tuah Pelatih Baru Persita, Incar Poin di Stadion Maguwoharjo
Dalam pelaksanaannya, PJJ Ilmu Komunikasi UPH berkolaborasi dengan program Tular Nalar yang digagas Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) yang didukung juga oleh Google.org.
Kolaborasi ini merupakan wujud nyata dari Prodi PJJ Ilmu Komunikasi UPH dalam bidang Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang berfokus pada peningkatan literasi digital.
Kegiatan Sekolah Kebangsaan ini melibatkan sembilan fasilitator yang terdiri dari Dosen dan Tenaga Pendidik di Prodi PJJ Ilmu Komunikasi UPH.
Baca Juga: 455 Senjata Api Rakitan, Hasil Operasi Jaman Orde Baru Dimusnahkan Polres Serang
Sekolah Kebangsaan wilayah Banten ini diikuti lebih dari 100 peserta didik yang saat ini duduk di kelas 12 SMAN 15 Kabupaten Tangerang berlangsung dengan baik dan lancar.
Peserta didik yang terlibat sangat aktif untuk menyuarakan pendapatnya serta mendengarkan materi yang dibawakan oleh fasilitator di masing-masing kelas.
Herman Purba selaku penanggung jawab pelaksana sekolah kebangsaan wilayah Banten menyatakan kegiatan ini sangat positif dan mendapat dukungan.
Baca Juga: Luka Tusuk di Dada Kiri, Pria Asal Kabupaten Serang Tewas di Galangan Sawah
“Lebih dari 100 peserta didik yang terlibat sangat antusias dalam mengikuti kegiatan ini. Mereka sudah berani untuk menyuarakan aspirasinya, menghargai perbedaan pendapat yang muncul, dan sudah dibekali menjadi pemilih cerdas dalam menyambut tahun pemilu yang akan datang,” ungkapnya dalam rilis yang dikirimkan kepada bantenraya.com.
Pihak SMAN 15 Kabupaten Tangerang juga menunjukkan sambutan yang positif dan mendukung penuh kehadiran program Sekolah Kebangsaan ini.
“Kegiatan ini bagus khususnya para pemilih pemula dalam mempersiapkan tahun pemilu 2024. Dengan adanya kegiatan literasi digital Tular Nalar, siswa dapat lebih bijak dalam mengkritisi fenomena yang terjadi dan tentunya dalam memilih pemimpin yang sekiranya cocok untuk membangun Indonesia yang lebih baik” ujar Kepala SMAN 15 Kabupaten Tangerang Raden Tandjung Sekartiani.
Baca Juga: Pengakuan Oknum Pimpinan Ponpes di Tanara Kabupaten Serang Yang Cabuli 29 Santriwati
Ia menambahkan kegiatan ini kiranya dapat dibuat berkelanjutan supaya memberikan wawasan dan pengetahuan baru bagi peserta didik dan calon pemilih pemula.
Senada dengan pandangan dari Sekartiani, Ketua Program Studi PJJ Ilmu Komunikasi UPH, Rambu Naha, juga menyampaikan harapannya terkait kegiatan Sekolah Kebangsaan ini.
“Semoga dengan kegiatan ini, siswa-siswi SMAN 15 Kabupaten Tangerang dapat menjadi cerdas dalam menggunakan media, menjadi pionir dalam mengisi ruang di media digital, dan menjadi ruang informasi yang positif dalam menyuarakan kebenaran. Sehingga, mampu memberikan dampak pada lingkungan sekitar dan masyarakat secara luas” tutupnya. (***)











