BANTEN RAYA. COM – Pemerintahan Pusat melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Pusat akan menggelontorkan dana sebesar Rp 285 miliar untuk pembangunan tahap dua stasiun Rangkasbitung, Kamis 23 Februari 2023.
Asisten Daerah II (Asda) Bidang Pembangunan dan Ekonomi, Ajis Suhendi membenarkan atas rencana pembangunan tahap kedua stasiun Rangkasbitung dengan anggaran yang direncanakan pemerintah pusat yaitu sebesar Rp 285 miliar diambil dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).
“Memang benar nanti stasiun Rangkasbitung akan memasuki pembangunan tahap kedua, tahap kesatu di tahun lalu. Sekarang sedang pembahasan penertiban lahan tanah,” katanya.
Baca Juga: UIN SMH Banten Gelar Stadium General, Ciptakan Mahasiswa Peduli Kebencanaan
Ia menjelaskan, dengan alasan stasiun Rangkasbitung adalah pemberhentian terkahir maka desainnya akan melebihi bangunan Stasiun Jatinegara.
“Setelah melakukan diskusi kemungkinan besar stasiun Rangkasbitung akan lebih megah dibandingkan dengan stasiun Jatinegara,” jelasnya.
Ajis menuturkan, pembangunan stasiun Rangkasbitung akan diperluas semegah mungkin serta dijadikan dua lantai.
“Rencananya akan dibangun tahun 2023 hingga 2024, pada Rabu (23/2) kami sudah berdiskusi dengan pihak terkait,” tuturnya.
Baca Juga: Oknum Anggota DPRD Pandeglang Ditahan Atas Dugaan Kasus Pelecehan Seksual
Ia mengungkapkan, pemerintah juga merencanakan untuk menyediakan jasa angkutan umum dari stasiun Rangkasbitung hingga terminal Sunan Kalijaga dan terminal Rangkasbitung Pandeglang akan diaktifkan kembali.
“Itu katanya baru rencana sebuah upaya penghidupan kembali terminal yang tidak terpakai karena di Lebak ini ada terminal tapi orang enggan untuk singgah disitu,” ungkapnya.
Ajis membeberkan, nanti peninggalan sejarah yang berada di stasiun Rangkasbitung akan dijadikan sebagai kearifan lokal.
Baca Juga: Lima Kajari di Banten Diganti, Ini Sosoknya
“Kan di sana ada peninggalan sejarah jadi kan kami juga akan membuat tim yang mengkaji mana orname sejarah yang bisa diduplikat dan dibiarkan saja karena kalau misalkan itu dipangkas semuanya khawatir nanti terkena pidana,” tambahnya.
Ia menambahkan, lokasi parkiran serta pasar Rangkasbitung kemungkinan besar akan ditata kembali guna menciptakan pemandangan yang elok dipandang.
“Nanti kemungkinan tempat parkiran, tukang ojek dan pedagang akan kami relokasi soalnya kalau penumpang KRL keluar dari stasiun itu disajikan pemandangan pasar yang semerawut. Jadi nanti kami akan menyiapkan lokasi-lokasi yang strategis untuk menata kerapihan sekitar stasiun Rangkasbitung,” tambahnya.
Baca Juga: Diduga Kelelahan, Dewan Hakim MTQ ke-53 Tingkat Kabupaten Serang Dilarikan ke Rumah Sakit
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Lebak, Ruly Edward mengatakan, penertiban angkutan umum disekitar wilayah stasiun Rangkasbitung akan dilakukan.
“Nanti setiap angkutan umum hingga tukang ojek tidak boleh melakukan parkir di jalan Tirtayasa mereka akan kami alihkan ke jalan Sunan Kalijaga,” tandasnya. (***)














