BANTEN RAYA.COM – Proyek Strategis Nasional(PSN) di Kabupaten Lebak sudah mulai mendekati tahap penyelesaian. Adapun PSN itu sendiri salah satunya ialah Waduk Karian yang digadang-gadang sebagai salah satu waduk terbesar di Asia.
Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapelitbangda) Lebak, Teguh Eko Saputro mengungkapkan, akan terus mengawal keberlanjutan PSN tersebut hingga sekarang progres pengerjaannya sudah sampai 98 persen.
“Karena tercantum juga dalam PerPres kang, jadi Pemkab terus membersamai dari awal. Meskipun tugas kita hanya mengawal saja,” ungkapnya kepada Bantenraya.com.
Baca Juga: AC Milan vs Torino, Saatnya Milan Bangkit KejarPoin Maksimal
Ia mengatakan, dengan adanya PSN di Kabupaten Lebak memberikan berbagai keuntungan untuk daerah. Baik PSN Tol Serang-Panimbang hingga Waduk Karian akan memberikan pertumbuhan kepada seluruh elemen yang ada di Lebak.
“Terutama di sektor wisata, Akses wisata dimudahkan dengan adanya Tol. Bahkan, di sekitaran Waduk Karian juga ada rencana pembuatan obyek wisata, kemudian nantinya juga bisa memberikan pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar juga,” katanya.
Ia menjelaskan, untuk penetapan lokasi area terdampak hingga ke perencanaan area aman untuk wisata nantinya akan ditetapkan oleh pihak balai besar yang dalam hal ini sebagai kepanjangan tangan dari kementerian PUPR.
Menurutnya, meskipun belum beroperasi, Waduk Karian sudah memberikan manfaat untuk masyarakat. Salah satunya saat banjir bandang yang terjadi di awal tahun 2020.
“Kalau saja tidak ada Karian, pasti saat itu puing-puing material bawaan banjir akan datang ke pusat kota Rangkasbitung. Pasti itu kang,” jelas Teguh.
Teguh menuturkan, terkait polemik Karian yang terjadi di kampung Lebakpicung. Menurutnya, permasalahan tersebut tidak bisa ditetapkan hanya karena dugaan masyarakat.
“Masyarakat harus paham dan cermat dalam permasalahan seperti itu, jangan memakan apa yang katanya-katanya saja,” tuturnya.
Ia membeberkan, PSN ini bukanlah proyek sembarangan, banyak ahli yang diterjunkan langsung untuk mensukseskan Proyek tersebut. Desa sajira bisa dikatakan sebagai wilayah paling awal yang diselesaikan dalam pembebasan lahan, masing-masing wilayah memiliki koordinatornya sendiri di pihak desa.
“Yang mengurus langsung ini adalah orang-orang teknik terbaik dan terpilih, katakanlah insinyur. Jika memang ada kendala, kita harus chek and rechek secara menyeluruh,” bebernya.
Teguh menambahkan, pembangunan yang sudah hampir 100 persen selesai ini telah melalu kajian dan penelitian yang matang dan serius.
“Sebab ini akan memasok dan menyalurkan air bersih ke berbagai daerah bahkan ke DKI,” tambahnya.(***)











