BANTENRAYA.COM – Proyek pelebaran Jembatan Ciberko di Kelurahan Kalitimbang, Kecamatan Cibeber Kota Cilegon, kembali mengalami gagal lelang.
Proyek pelebaran jembatan tersebut pada akhir Agustus 2022 telah memasuki tahap lelang.
Namun, setelah dilakukan pelelangan di Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintahan, tidak ada satupun peserta lelang yang lulus evaluasi.
Baca Juga: Profil Eko Kuntadhi, Pegiat Media Sosial Diduga Menghina Ustadzah Ning Imaz Lirboyo
Berdasarkan situs lpse.cilegon.go.id, proyek pelebaran Jembatan Ciberko bernilai Rp 2.500.048.736.
Proyek tersebut telah masuk dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah atau APBD Kota Cilegon 2022.
Ketua Komisi 4 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah atau DPRD Kota Cilegon Erik Airlangga mengatakan, pihaknya mengetahui proyek pelebaran jembatan tersebut gagal lelang pada Selasa, 13 September 2022.
Baca Juga: Polisi Amankan Pelaku Pembacokan di Pandeglang, Berawal dari Gadai Tanah Warisan
Setelah mengetahui proyek tersebut gagal lelang, pihaknya menghubungi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat atau DPUPR Kota Cilegon Heri Mardiana.
Namun, Erik tak mendapatkan jawaban yang memuaskan dan akhirnya bersama warga Cibeber mendatangi Kantor DPUPR Kota Cilegon pada Rabu, 14 September 2022.
“Saya sudah komunikasi dengan Dinas PUPR, Barjas (Badan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintahan), kemudian Asda II (Asda II Setda Kota Cilegon Tb Dikrie Maulawardhana), bahwa kaan dilakukan lelang cepat 5 hari, maksimal tanggal 22 sudah dilelang,” kata Erik ditemui di DPUPR Kota Cilegon.
Baca Juga: Raffi Ahmad Ikut New York Fashion Week 2022, Nagita Malah Tertawa Ngakak
Erik menegaskan tidak ingin mengetahui teknisnya seperti apa, yang terpenting pelebaran jembatan sudah sangat dibutuhkan masyarakat Cilegon.
Jembatan Ciberkor menjadi penghubung wilayah Cibeber bahkan Kota Cilegon ke Jalan Lingkar Selatan atau JLS Cilegon.
“Terserah siapa pemenang dari Papua, dari Ujung Kulon, mau dari mana, yang penting jembatan bisa terealisasi,” katanya.
Politisi Partai Golkar ini mengancam akan menutup Jembatan Ciberko dengan truk tronton jika jembatan tersebut tak terealisasi.
Bahkan, Ia juga mengaku siap melakukan pelebaran jembatan menggunakan uang pribadinya.
“Kalau memang betul-betuk tidak bisa direalisasi juga, paling saya palangi tronton sama alat berat sebulan dua bulan. Kalau betul-betul tidak terealisasi, saya ingin ada MoU antara Kadis (DPUPR) dan Walikota bahwa Pemerintah Kota Cilegon tidak mampu membangun, nanti saya pakai uang pribadi saya,” tandasnya.
Pelebaran Jembatan Ciberko, kata Erik, sudah diajukan pada 2020 lalu, namun gagal dilakukan karena refocusing anggaran.
Sementara, pada 2021 sudah dianggarkan namun tidak terlaksana karena alasan pembebasan lahan.
“Tahun ini gagal lelang lagi. Informasi ini lelang cepat, kita lihat pemenangnya siapa, apa ini pesanan seseorang atau seperti apa, kita tidak tahu,” ucapnya.
Erik kembali menjelaskan jika Jembatan Ciberko kondisinya sangat sempit padahal kendaraan yang lewat setiap harinya mencapai ribuan.
“Saat ini hanya bisa untuk 1 mobil, padahal akses menuju JLS dari Cibeber,” terangnya.
Kepala DPUPR Kota Cilegon Heri Mardiana mengatakan, proyek pelebaran Jembatan Ciberko memang mengalami gagal lelang.
Pihaknya sudah menyampaikan ke Barjas bahwa pihaknya tidak ada kepentingan.
“Barjas menjelaskan tiga peserta tidak memenuhi syarat. Kita coba lelang cepat, melihat waktu sudah September, harapan kami akhir Desember selesai. Mudah-mudahan lelang cepat bisa segera terealisasi,” ucapnya.
Heri berharap proses lelang cepat bisa terlaksana dan proyek bisa segera terlaksana.
“Tiga penyedia ada alasan-alasan tidak memenuhi syarat, itemnya apa saya lupa. “Harapan pekerjaan 90 hari di akhir Desember bisa selesai,” tutupnya.*














