BANTENRAYA.COM – Hacker Bjorka masih menjadi sorotan publik pasca meretas data pribadi Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate.
Baru-baru ini, hacker Bjorka membongkar identitas terduga pelaku pembunuhan Munir seorang aktivis HAM yang tewas diracun dalam perjalanannya ke Belanda.
Tersebar bahwa Bjorka asli Polandia, namun muncul petunjuk bahwa dirinya asli Indonesia.
Baca Juga: 5 situs dewasa yang paling sering dikunjungi warganet, situs manakah yang pernah kalian akses?
Dikutip Bantenraya.com dari sebuah unggah akun Twitter Ismail Fahmi sebagai pengamat media sosial, ia mengatakan kuat bahwa Bjorkar adalah orang Indonesia.
Ismail Fahmi menjelaskan dalam penulisan bahas Inggris yang dilontarkan sang hacker sama percis tulisan pada umunya orang Indonesia.
“Kata janggal yg saya temukan disini adalah ‘founding’. Jika Bjorka menggunakan translator tool utk menerjemahkan teks Polly, dimanapun translation tool akan mnrjemahkan sebagai ‘finding’ / ‘found’.” cuitan yang dibagikan Ismail Fahmi.
Baca Juga: Cara Mengecilkan Ukuran Foto Menjadi 200 KB Lewat Situs Online dan Aplikasi, Mudah juga Cepat
“Fakta bahwa kata ‘founding’ ditulis disini menunjukkan ada 2 kemungkinan. Yg pertama adalah typo, dan kemungkinan kedua yang lebih masuk akal adl Bjorka menerjemahkan teks tsb secara manual yg berarti terbukti bahwa dia memahami Bahasa Indonesia dengan baik.” ujar tegas cuitan.
“Kejanggalan lain. Cerita Bjorka tentang ‘old man’ ini memilik tenses inconsistency. Dlm B. Inggris, untuk menceritakan orang yg sudah meninggal, orang akan otomatis menggunakan ‘past tense’ karena mereka sudah tidak ada di dunia ini.” tambahn cuitan tersebut.
“Saya selalu melihat kesalahan umum seperti yg Bjorka buat pada orang Indonesia dimana mereka selalu campur aduk dalam menggunakan tenses karena kata kerja (verb) dalam Bahasa Indonesia tidak mengalami perubahan ketika kita menceritakan masa lalu, sekarang, dan masa depan.” tegasnya.
Baca Juga: Klub Sepakbola Duta Yunior Berharap Makin Berprestasi dan Cetak Atlet Bola Profesional
“Barusan saja di akun twitter barunya, Bjorka menulis ‘make a noise’. Kebanyakan orang Indo mengasosiasikan suara dengan “a”(bisa dihitung). Padahal dlm B. Inggris, ‘noise’ itu termasuk uncountable noun, sehingga lebih natural jika menggunakan ‘some’, bukan ‘a’.” sambungnya.
“Bukti lain. “Even though he is a smart old man” yg ditulis bjorka ini merupakan dependant clause. Artinya, dia memerlukan kalimat lain agar menjadi kalimat kompleks yang utuh.” lanjutannya.
Cuitan yang dibagikan oleh Ismail tersebut mengungkapkan sebenernya sosok sang hacker.
Baca Juga: Gempar Sebut Pemerintahan Lebak Gagal Menjalankan Amanah, Rakyat Jadi Tumbal
“Jika dterjemahkan, klausa ini menjadi: “Biarpun dia adl org tua yg pintar”. Dlm B Indo, sering kita lihat orang memakai kalomat spt ini. Namun kalimat ini sebenarnya tidak utuh/sempurna. Ciri2 kecil yg dilanturkan Bjorka ini smkn memberi kecurigaan bahwa Bjorka adl org indonesia” pungkasnya.***



















