BANTENRAYA.COM – Banjir setinggi pinggang orang dewasa menerjang warga Lingkungan Cibeber Barat, Kelurahan Cibeber, Kecamatan Cibeber pada Rabu 27 April 2022.
Banjir mulai menerjang pemukiman saat pukul 18.00 setelah warga berbuka.
Lalu baru pukul 22.00 WIB warga diungsikan karena sudah mencapai setinggi pinggang orang dewasa atau mencapai 1 meter lebih.
Baca Juga: Hujan Deras Semalaman, Cilegon Dilanda Banjir, Walikota Bilang Begini…
Banjir sendiri diduga karena luapan air Kali Cibeber yang sudah tidak mampu menamping debit air yang cukup deras.
Saat ini, warga sendiri mengungsi di Manjid Attaawun untuk beristirahat.
Salah satu warga Hasiron menyatakan, jika saat ini ada puluhan rumah terendam.
Baca Juga: Hukum Memakai Pakaian Baru saat Lebaran 2022
Bahkan, dirinya juga ikut mengungsi khwatir banjir semakin tinggi karena cuaca juga masih hujan meski dengan intensitas kecil.
“Yah sekarang sudah mengungsi di masjid. Melihat cuaca masih gerimis sekarang takut tambah tinggi,” katanya melalui sambungan telepon, Kamis 28 April 2022.
Menurut Hasiron, banjir tersebut menjadi bajir terparah sejak 2020 lalu dimana hampir semua rumah terendam.
Baca Juga: Update Terbaru! Pengguna TikTok Wajib Tahu GUSC, Berikut Penjelasan Beserta Contoh Postingannya
“Sering bajir tapi ini paling parah dari 2 tahun lalu. Biasanya hanya sebetes sekarang hampir se pinggang orang dewasa. Jadi semua warga diungsikam,” jelasnya.
Hasiron menyatakan, berharap secepatnya ada solusi dari pemerintah supaya banjir tidak lagi parah.
“Sampai sekarang juga belum ada solusi yang efektif dari pemerintah. Kami harap pemerintah bergerak cepat mengatasi persoalan,” ujarnya.
Menurut Hasiron, banjir sebenarnya sudah mulai pada saat setelah buka puasa pukul 18.00. Namun, semua diungsikan karena pukul 22.00 sudah sangat tinggi.
“Banjir kepemukiman itu saat magrib. Mengungsi pada pukul 22.00 karena sudah sangat tinggi,” jelasnya.
Kondisi tersebut juga dialami warga di Perumahan Pemerintah Daerah (Pemda), Kelurahan Cibeber, jika saat ini dalam situasi siaga. Bahkan, sejumlah rumah juga sudah teremdam setinggi 1 meter.
“Yang paling parah itu rumah yang di pinggir kali. Itu sudah terendam,” kata Damar warga setempat. ***











