BANTENRAYA.COM – Hari Anak Sedunia atau World Children’s Day diperingati tanggal 20 November setiap tahunya. Berikut ini fakta, sejarah dan penjelasaanya.
Hari Anak Sedunia merupakan hari aksi tahunan UNICEF untuk anak-anak dan oleh anak-anak.
Hari Anak Sedunia dibuat untuk mengubah cara masyarakat melihat dan memperlakukan anak. Terutama untuk urusan meningkatkan kesehatan dan kebahagiaan anak.
Baca Juga: Praktisi Media Nasional Aat Surya Safaat: Yansen Tinal Layak Jadi Wagub Papua
Dalam memperingati Hari Anak Sedunia tahun 2021 ini, UNICEF menekankan tentang pentingnya bagi dunia untuk mendengarkan ide dan permintaan anak-anak dan remaja.
Dilansir Bantenraya.com dari laman resmi unicef.org, tema yang diusung dalam memperingati Hari Anak Sedunia tahun 2021 ini adalah ‘Masa Depan yang Lebih Baik untuk Setiap Anak’.
Hari Anak Sedunia pertama kali ditetapkan pada tahun 1954 yang bertujuan untuk mempromosikan kebersamaan internasional.
Lalu juga untuk mempromosikan kesadaran di antara anak-anak di seluruh dunia, dan meningkatkan kesejahteraan anak-anak.
Berikut ini adalah kronologi sejarah dan tahapan Hari Anak Sedunia menurut PBB:
– 20 November 1959 Majelis Umum PBB mengesahkan Deklarasi Hari Anak.
– 20 November 1989 Majelis Umum PBB mengadopsi Konvensi Hak Anak.
Baca Juga: Heboh Perempuan Berhijab Salat di Depan Gereja di Lampung
– Sejak 1990, Hari Anak Sedunia juga menjadi penanda bagi Majelis Umum PBB saat mengadopsi Deklarasi dan Konvensi hak-hak anak.
Berdasarkan pada kronologi-kronologi tersebut, tanggal 20 November resmi diperingati sebagai Hari Anak Sedunia.
Dalam memperingati Hari Anak Sedunia, PBB mengajak setiap individu untuk menginspirasi.
Baca Juga: Kembali Datangi Ayam Goreng Santa Maria, Nex Carlos Dimarahi Pedagang: Diem Dulu Yak!
Mengadvokasi, mempromosikan, dan merayakan hak-hak anak melalui dialog atau tindakan yang akan membangun dunia yang lebih baik bagi anak-anak.
PPB juga mengajak anak usia 13-24 tahun untuk ikut serta dalam perayaan Hari Anak Sedunia dengan menggambar interpretasi mereka tentang dunia yang ingin mereka bangun setelah Covid-19.
Pada Hari Anak Sedunia ini, UNICEF menyerukan pada para orang tua dan pemerintah untuk memastikan enam poin rencana untuk anak ini terpenuhi, yaitu:
Baca Juga: Nitizen: Aib Para Dukun Terbongkar Karena Kasus Yana yang Hilang Misterius
1. Pastikan semua anak belajar, termasuk dengan menutup kesenjangan digital.
2. Akses ke layanan kesehatan, gizi, dan membuat vaksin terjangkau dan tersedia untuk setiap anak.
3. Dukung dan lindungi kesehatan mental anak-anak dan remaja. Akhiri pelecehan, kekerasan berbasis gender, dan penelantaran di masa kanak-kanak.
Baca Juga: Setiap Tahun Pandeglang Langganan Banjir Sementara, Harus Seperti Apa Penanganannya?
4. Tingkatkan akses ke air bersih, sanitasi, dan atasi degradasi lingkungan dan perubahan iklim.
5. Stop peningkatan kemiskinan yang berdampak pada anak dan memastikan pemulihan inklusif untuk semua.
6. Menggandakan upaya untuk melindungi dan mendukung anak-anak dan keluarganya yang hidup di tengah konflik, bencana dan pengungsian.
Peringatan Hari Anak Sedunia di masa pandemi Covid-19 ini adalah momentum untuk meningkatkan kepedulian semua pilar.
Terutamanya bangsa Indonesia, baik orangtua, keluarga, masyarakat, dunia usaha, media massa dan pemerintah terhadap pemenuhan hak dan perlindungan khusus anak.
Melalui kepedulian dalam menghormati, menghargai, dan menjamin hak-hak anak tanpa diskriminasi.
Memastikan segala hal yang terbaik untuk pertumbuhan dan perkembangan jutaan anak Indonesia secara optimal terutama di bidang Pendidikan dan perlindungan anak. ***


















