KBM Untirta Unras, Perempat Lampu Merah Ciceri Kota Serang Macet Satu Jam Lebih

- Jumat, 31 Maret 2023 | 18:06 WIB
 Ratusan mahasiswa Keluarga Besar Mahasiswa Universitas Sultan Ageng Tirtayasa atau KBM Untirta berunjuk rasa di perempatan lampu merah Ciceri, Kota Serang, Jumat 31 Maret 2023 sore. Mereka menuntut pemerintah cabut UU Cipta Kerja. Imbas aksi unras, arus  (( Harir Baldan/Bantenraya.com))
Ratusan mahasiswa Keluarga Besar Mahasiswa Universitas Sultan Ageng Tirtayasa atau KBM Untirta berunjuk rasa di perempatan lampu merah Ciceri, Kota Serang, Jumat 31 Maret 2023 sore. Mereka menuntut pemerintah cabut UU Cipta Kerja. Imbas aksi unras, arus (( Harir Baldan/Bantenraya.com))

BANTENRAYA.COM - Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Keluarga Besar Mahasiswa Universitas Sultan Ageng Tirtayasa atau KBM Untirta menggelar unjuk rasa atau unras di perempatan lampu merah Ciceri, Kota Serang, Jumat 31 Maret 2023 sore sekitar pukul 16.00 WIB.

Aksi unras mahasiswa KBM Untirta membuat arus kendaraan menjadi macet hingga satu jam lebih. Terlebih menjelang buka puasa Ramadhan 1444 Hijriah.

Kemacetan kendaraan ini terjadi, lantaran ratusan mahasiswa KBM Untirta berunjuk rasa di perempatan lampu merah Ciceri, Kota Serang.

Baca Juga: 5.931 Warga Kota Cilegon Telah Aktivasi IKD, Memang Apa Fungsinya?

Aparat kepolisian Polres Serang Kota pun sibuk mengatur arus lalulintas kendaraan yang dari arah Pakupatan, Benduran, Alun-alun, dan dari arah Pasar Induk Rau. Laju kendaraan pun harus diperlambat, mengingat ada aksi unras mahasiswa KBM Untirta.

Ratusan mahasiswa KBM Untirta menuntut Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang atau Perppu Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja atau Ciptaker menjadi undang-undang dicabut.

Pencabutan Perppu Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja itu dinilai mengsengsarakan dan meresahkan masyarakat, karena di tengah pemulihan ekonomi masyarakat yang sedang melemah, akibat adanya Pandemi Covid-19.

Baca Juga: KPK: Korupsi Tukin Kementerian ESDM Modusnya Salah Ketik, Begini Kronologinya

Salah seorang massa aksi mahasiswa KBM Untirta, Dendi mengatakan, pengesahan Perppu Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja dinilai mengsengsarakan dan meresahkan masyarakat, karena UU Cipta Kerja pro terhadap oligarki.

"Banyak investor yang masuk untuk menitipkan kebijakan-kebijakan, maka kami menuntut cabut UU Cipta Kerja," ujar Dendi, ditemui disela-sela unjuk rasa.

Dendi menilai pemerintah terlalu terburu-buru mengesahkan UU Cipta Kerja, sehingga merugikan beberapa sektor, mulai dari industri, tenaga kerja, dan pertanian.

Baca Juga: Pemkot Cilegon Siapkan 20 Bus Mudik Gratis untuk 1.000 Orang, Ini Rutenya

"Dari sektor industri, tenaga kerja, dan petani, karena masyarakat Indonesia mayoritas buruh, dan petani," ucap dia.

Menurut Dendi, unjuk rasa ini salah satu upaya untuk melawan dengan cara menggaungkan aspirasi masyarakat.

Halaman:

Editor: Wisnu A Mahendra

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Demo Tolak UU Cipta Kerja Warnai Aksi Bakar Ban

Jumat, 31 Maret 2023 | 19:13 WIB

Terpopuler

X