BANTENRAYA.COM – Calon Wakil Presiden Nomor Urut 3 Mahfud MD secara tegas menyatakan jika banyak BUMN kolaps di tengah banyaknya pembangunan infrastruktur di Indonesia.
Bahkan, menurut Mahfud MD, beberapa malah BUMN yang justru mengurusi infrastruktur.
Bukan karena soal tidak adanya pekerjaan. Namun, ada banyak korupsi menurut Mahfud MD justru membuat semuanya hampir kolaps.
Mahfud MD mencatat sepanjang Pemerintah Presiden Joko Widodo dalam Pembangunan infrastruktur masih dilakukan.
Baca Juga: Masih Perbaikan, Besaran Dana Kampanye Parpol Belum Diketahui
‘’Di Indonesia itu infrastruktur itu luar biasa maju, di era dua Pemerintahan pak Jokowi, wah banyak proyek-proyek infrastruktur,’’ jelas Mahfud MD dikutip BantenRaya.Com dari berbagai sumber, Jumat 12 Januari 2024.
‘’Tapi tahu tidak BUMN yang kolaps sekarang semuanya adalah BUMN yang mengurusi infrastruktur, kolaps semua, koruptor di sana,’’ tegasnya.
Mahfud mengemukakan, jika BUMN sekarang tengah menjalani restrukturisasi sebelum dilakukan pembubaran atau merger.
Kejadian itu, ditegaskan Mahfud akibat praktik korupsi yang kerap terjadi di perusahaan milik negara yang menangani masalah infrastruktur.
‘’Banyak korupsi-korupsi itu di BUMN. Bahkan ini yang mungkin anda tidak banyak dengar. Infrastruktur ini uangnya dari mana, kok mereka (BUMN Karya) bisa rugi, gitu lho,’’ Lanjutnya
Sebelumnya dinformasikan jika Perusahaan BUMN Karya yang akan di merger dengan BUMN Karya lain karena memiliki alasan Kesehatan keuangan, yaitu Waskita Karya dan Wika.
Kedua Perusahaan pelat merah itu saat ini masuk ke tahap penyelesaian proses restrukturisasi sebelum akhir dilebur dengan BUMN Karya yang lain.
Sementara itu, Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga menanggapi pernyataan Calon Presiden 02, Mahfud MD, yang menyebut banyak perusahaan pelat merah korupsi.
Baca Juga: Kunjungi Kota Kendari, Anies Baswedan Borong Oleh-oleh Khas Sulawesi Tenggara
Menurut Arya, hal itu tidak benar adanya. Dimana, selama empat tahun Erick Thohir menjadi Menteri BUMN, sudah banyak yang dibenahi. Termasuk kasus korupsi yang sukses diadili.
“Kami mengucapkan terima kasih masukkan Mahfud MD mengenai BUMN. Tapi perlu kami luruskan, Pak Mahfud kan bagian dari kabinet juga ya. Kalau dikatakan semua BUMN kolaps, kan enggak benar,” ujarnya.
Kasus korupsi di BUMN, kata dia, juga banyak terjadi di masa lalu. Seperti PT Waskita Karya Tbk yang bermasalah saat melantai di bursa saham Indonesia pada 2012. Banyak investasi yang tak berjalan.
“Dan juga tidak tahu soal korupsi BUMN, pasti pernah dengar, selama 4 tahun kita bersih-bersih BUMN jalan. Pak Erick langsung bawa kasus ke Kejaksaan Agung,” pungkasnya. ***



















