BANTENRAYA.COM – Para petani pengguna hand traktor di Kecamatan Kalanganyar Kabupaten Lebak, kesulitan mendapatkan bahan bakar solar.
Para petani pun kecewa karena setiap akan membeli solar ke SPBU sering kali tidak dilayani dengan berbagai alasan.
Arfat, salah satu petani di Kampung Jugul Inam, Desa Sukamekarsari, Kecamatan Kalanganyar kepada Banten Raya membenarkan, ia kesulitan mendapatkan solar.
Baca Juga: Diguyur Hujan Disertai Angin, Rumah Warga Desa Tegal Pandeglang Rusak Tertimpa Pohon
Saat akan beli di SPBU selalu ditolak dengan alasan tidak bisa membuktikan surat atau keanggotannya disalah satu kelompok tani.
“Saya inikan petani, lalu membeli solarpun untuk mengoperasikan hand traktor yang akan digunakan untuk menggarap sawah, tetapi tetap tidak dipercaya pihak SPBU. Akibatnya penggarpan sawah terhambat karena handr traktor harus pakai solar,” ujar Arfat, Senin 28 Februari 2022.
Namun demikian Arafat mengku pernah bisa beli solar di SPBU yang lokasinya di luar Kecamatan Kalanganyar namun hanya diberi tiga liter.
Baca Juga: 106 Nakes di RSUD Berkah Terpapar Covid-19, Pelayanan Dipastikan Tidak Terganggu
Karena dikasihnya sedikit maka sangat tidak cukup untuk mengoperasikan hand traktor hingga beberapa hari.
“Kami harap, ada kemitraan pihak Dinas Pertanian Lebak dengan pihak SPBU, agar kami para petani bisa lebih mudah melakukan pembelian solar,” harapnya.
Madsail, petani di Kampung Jugul Inam lainya, mengatakan, apabila petani masih dipersulit untuk mendapatkan solar, mana janji pemerintah pusat maupun daerah yang akan mensejahterakan petani dinilainya omong kosong.
Baca Juga: Ini 14 Pencapaian Helldy – Sanuji Dibidang Pendidikan, Nomor 4 Nilai Anggaran Sampai Rp32 Miliar
“Kalau butuh solar saja susahnya mintan ampun, gimana kami bisa sejahtera,” kata Madsail.
Kepala Dinas Pertanian Lebak, Rahmat Yuniar menyarankan petani membuat surat keterangan dari desa untuk memperkuat bahwa solar yang akan dibeli di SPBU untuk kepentingan pengoperasian hand traktor.
Namun, apabila surat kerangan dari desa masih diabaikan pihak SPBU, pihaknya akan melapor ke Bupati Lebak agar hal tersebut ditindaklanjuti ke PT Pertamina.
“Kami harap, bagi para petani yang membutuhkan solar untuk mengoperasikan hand traktor bisa dipermudah pihak SPBU,”kata Rahmat. ***



















