BANTENRAYA.COM – Pedagang mainan di Kota Serang masih bisa merasakan berkah dari Lebaran dengan meraup keuntungan yang meningkat, ditengah gempuran game online yang kini banyak diminati oleh anak-anak.
Penjual Mainan di Pasar Rau Ida Kristin mengatakan, tren game online mengubah pola penjualan mainan di mana anak-anak kini banyak melakukan top up diamond untuk membeli skin pada game dibandingkan belanja secara langsung ke toko mainan.
Meski demikian, pada Lebaran kali ini penjualan mainannya cukup meningkat.
Omzet penjualan yang bisa diraup mencapai Rp1,5-2 juta per hari.
Sedangkan hari biasa, Ida hanya mampu meraup omzet sekitar Rp300-500 ribu.
“Kalau Lebaran ada peningkatan sih, kita bisa jual sampai 10 pics untuk mainan yang terbilang mewah ini seperti mobil remote atau baterai dengan harga jual nya Rp200 ribu, kalau hari biasa yang banyak dijual sih robot atau mainan yang dibungkus kertas saja,” kata Ida kepada Bantenraya.com, Senin 7 April 2025.
Baca Juga: Disentil Gubernur Dedi Mulyadi, Liburan Bupati Indramayu Lucky Hakim ke Jepang Tanpa Izin
Menurutnya, mayoritas konsumen yang membeli mainan ialah diperuntukkan bagi anak beruta 5 tahun kebawah, sementara anak-anak 5 tahun ke atas atau yang sudah mengerti penggunaan gadget kini mulai sedikit peminatnya.
“Karena udah besar juga jadi buat apa beli mainan, kalau untuk anak-anak lima tahunan kebawah itu yang kita bidik. Game online ini juga merubah kebiasaan yah, kalau dulu di TV ada mainan volly pasti semuanya pada beli,” imbuhnya.
Masih kata Ida, mainan juga merupakan alat untuk menstimulus cara berfikir anak supaya kreatif karena bisa dirasakan secara motorik.
Sebagian orang tua juga masih meyakini mainan konvensional lebih baik dibandingkan harus bermain gadget atau ipad bagi anak.
Baca Juga: Liburan Ke Jepang, Bupati Indramayu Lucky Hakim Dirujak Warganet
“Karena kesel juga orang tua, dibandingkan harus bermain gadget lebih baik mainan biasa, saya meyakini kalau mainan konvensional juga masih akan bertahan kedepan,” terang Ida.
Selain itu, beberapa siasat guna menjaga tren penjualan mainan agar tetap stabil, para pedagang kini mulai memasarkan melalui berbagai kanal media sosial.
“Kita tetap harus mengikuti update yah, kita juga jual di tiktok, instagram, namanya Naga Toys, jadi bisa menyasar segmen yang lebih luas” tuturnya.
Pedagang mainan lainnya Iman Suhada menyampaikan, meskipun masih jauh dibandingkan dengan tahun-tahun sebelum pandemi, omzetnya sedikit lebih baik dibandingkan bulan-bulan sebelumnya.
Baca Juga: Milad 5 Abad Kesultanan Banten akan Dihadiri Prabowo Subianto
“Alhamdulillah naik, bisa sampai 2 juta per hari, terkadang bisa lebih dari itu, cakapnya.
Namun, jika dibandingkan dengan sebelum pandemi, angka tersebut masih jauh dari kondisi normal.
Sebelum pandemi Covid-19, satu pelanggan bisa menghabiskan hingga Rp5 juta untuk membeli mainan dalam jumlah besar. Kini, pembelian lebih terbatas karena persaingan dengan toko online yang semakin ketat.
Sementara itu, untuk tetap bertahan, tokonya berusaha menyesuaikan stok dengan permintaan pasar.
Baca Juga: Tak Perlu Jauh ke Tangerang, Warga Kota Serang Kini Bisa Pilates di BOB Fit Studio and Food
“Mainan untuk anak sekolah, seperti slime dan cincin-cincinan, masih banyak dicari. Jadi, kita harus cepat menyesuaikan diri dengan tren,” kata Iman.***



















