BANTEN RAYA.COM – Ratusan guru honorer Kota Cilegon kembali melakukan demonstrasi didepan Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon dengan tuntutan meminta Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Cilegon melakukan pemeriksaan keuangan Pemkot Cilegon, Rabu (22/1).
Aksi unjuk rasa tersebut diikuti oleh ratusan guru honorer di Kota Cilegon dibawah naungan Dindikbud Cilegon dan Kemenag Kota Cilegon.
Somi Wirardi Ketua Umum Forum Komunikasi Guru Tenaga Honorer mengatakan, tak adanya bukti nyata yang diberikan Pemkot Cilegon untuk melakukan pembayaran guru honorer Kota Cilegon.
Menurutnya, dirinya bersama guru honorer akan melakukan somasi kepada Kejari Kota Cilegon terkait hal ini.
“Sangat sayang Pak Walikota Cilegon tidak hadir lagi, kami akan datang ke Kejari melayangkan surat somasi untuk menegakkan keadilan untuk guru. Insyaallah kita akan jalan kaki bersama,” kata Somi kepada Banten Raya, Rabu (22/1).
Imbas dari tak terbayarkannya honorer guru oleh Pemkot Cilegon, ia menegaskan, perlu dilakukan pemeriksaan oleh pihak terkait lainnya.
“Somasi ini kami meminta pihak Kejari atau pihak lainnya lakukan pemeriksaan keuangan, diaudit itu di dalam Pemkot Cilegon,” tegasnya.
Dikatakannya, dirinya bersama guru honorer lainnya telah melakukan demo berkali-kali namun tak kunjung ada kejelasan kapan pembayaran akan dilakukan.
Aksi unjuk rasa didepan Pemkot Cilegon tersebut tak lain untuk menuntut hal yang sama mendesak Pemkot Cilegon segera melakukan pembayaran triwulan 4.
“Kita menyuarakan dan menuntut terbayarkannya hak kami di triwulan ke 4 oleh Pemkot Cilegon, kami tidak mau honor ini hangus. Sebelumnya kami dibayarkan lancar tapi ini kenapa tidak terbayar padahal sudah 2025.” ucpanyaz
Baca Juga: Guru Honorer di Kota Cilegon Kembali Melakukan Demonstransi, Minta Honor 2024 Segera Dibayarkan
Ia mengungkapkan, pihak Pemkot Cilegon memberikan alasan tak dibayarkannya untuk honorer pada triwulan ke 4 karena defisitnya anggaran.
“Bilangnya defisit anggaran, padahal anggaran sudah diketuk palu dari awal tahhn kemarin. Tapi yang lain dibayar yang wajib seperti kamu tidak terbayarkan,” ungkapnya.
Dikatakannya, guru honorer banyak yang mengeluh karena tak memiliki biaya untuk memenuhi kehidupan sehari-harinya.
“Banyak banget yang mengeluh ke saya kalau tidak punya uang lebih untuk kebutuhan sehari-hari, bahkan ada yang sampai pinjaman online (Pinjol),” Pungkasnya. (***)









