• Senin, 18 Oktober 2021

Anak Pendek, Stunting Kah?

- Selasa, 31 Agustus 2021 | 16:30 WIB
Rahmatia, (1)
Rahmatia, (1)

Beberapa tahun terakhir seringkali terdengar istilah “stunting”, dan mungkin beberapa dari Anda sudah tidak asing mendengar kata ini. Dan tidak dipungkiri banyak pula yang memberikan stigma setiap anak pendek sebagai stunting.


Apakah benar kenyataannya anak pendek sama dengan anak stunting? Belum tentu, Mengapa? Kali ini kita akan membahas stunting yang dimaksud sebenarnya.


Apakah Stunting?


Stunting merupakan hambatan pertumbuhan dan perkembangan anak yang mengalami kekurangan asupan zat gizi dalam waktu lama (kronis), infeksi berulang, dan stimulasi psikososial tidak adekuat. Anak stunting sudah pasti memiliki tinggi badan badan berdasarkan umur lebih rendah dari standar anak seumurnya yang diukur dari standar TB/U <-2 SD kurva WHO, dan yang lebih khasnya anak stunting disertai keterlambatan di segi perkembangan kognitif selain terhambatnya pertumbuhan.


Oleh karena itu, belum tentu anak pendek yang tidak disertai penurunan kognisi distigmakan sebagai anak stunting. Namun tetap harus selalu dipantau perkembangannya begitupun balita yang sehat.


Bagaimana gambaran anak STUNTING di Indonesia? Berdasarkan hasil Studi Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) tahun 2019, jumlah balita pendek mencapai 27,67 persen. Dimana angka itu mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya yang didapatkan dari data Riskesdas 2018, balita pendek sebanyak 30,8 persen dan baduta stunting 29,9 persen. Meskipun begitu jumlah ini masih termasuk tinggi berdasarkan standar WHO. Sehingga masalah balita pendek ini masih memerlukan perhatian kita semua.


Cegah Stunting, mungkinkah?



  • 1.000 Hari pertama Kehidupan (HPK)


Stunting dapat dicegah dengan memastikan kesehatan yang baik dan gizi yang cukup selama masa 1000 HPK. Dimulai dari anak masih berbentuk janin di dalam kandungan ibu (bahkan masa persiapan ibu sebelum hamil ikut menentukan) hingga anaknya berusia 2 tahun menjadi bekal bagi anak untuk tumbuh, belajar, dan berkembang.


“Stunting harus dicegah pada usia kurang 2 tahun mempertimbangkan perkembangan otak anak.”

Halaman:

Editor: Dewa

Tags

Terkini

Bahaya Kopi Pakai Gula Pasir kata dr Zaidul Akbar

Kamis, 14 Oktober 2021 | 05:30 WIB

Penderita Kanker Hindari Makan Makanan Ini

Senin, 11 Oktober 2021 | 08:26 WIB

Kulit Wajah Jerawatan, Ini Pendapat dr Zaidul Akbar

Sabtu, 9 Oktober 2021 | 14:03 WIB
X