• Selasa, 18 Januari 2022

Dari Pintu ke Pintu, ODGJ dan Disabilitas di Kota Serang Mulai Divaksin

- Jumat, 13 Agustus 2021 | 21:07 WIB
vaksin ODGJ dan disabilitas
vaksin ODGJ dan disabilitas

SERANG, BANTEN RAYA - Orang dengan gangguan jiwa (ODG) dan disabilitas divaksin jenis Sinopharm dosis pertama secara serentak di 33 fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) di Kota Serang dan dari pintu ke pintu atau door to door, Jumat (13/8/2021). Pemberian vaksinasi itu merupakan wujud pemerintah dalam melindungi warganya yang berkebutuhan khusus.


Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Serang Ahmad Hasanudin mengatakan, pemberian vaksinasi kepada ODGJ dan kaum disabilitas untuk meningkatkan imunitas (kekebalan tubuh) agar tidak tertular dan menularkan Covid-19.


"Mereka juga hidup bermasyarakat. Makanya kita vaksin," kata Hasanudin, dihubungi bantenraya.com, Jumat (13/8/2021).


Ia menjelaskan, gebyar vaksinasi untuk ODGJ dan kaum disabilitas dilaksanakan serentak mulai hari ini di 33 fasyankes yang terdiri dari 16 puskesmas, 8 rumah sakit, dan 9 klinik yang tersebar di Kota Serang. Selain itu, pihaknya pun melakukan vaksinasi secara door to door, lantaran mereka memiliki keterbatasan fisik dan mental.


"Barangkali mungkin saja. Yang penting bagi saya dilaksanakan. Ya takutnya mungkin lagi sakit makanya dijemput. Bagus kan jemput bola," ucap dia.


Hal serupa dikatakan Kabid Pemberdayaan Masyarakat Kesehatan Dinkes Kota Serang Ratu Ani Nuraeni. Menurut dia, pihaknya jemput bola menyuntik vaksin ODGJ dan disabilitas sebagai bentuk perhatian khusus dan kepedulian terhadap ODGJ dan kaum disabilitas.


"Sudah sepatutnya kita harus jemput bola. Tapi kalau misalnya datang ke PKM kan kasihan. Jadi harus kita betul-betul perhatikan kondisi mereka. Kita harus melakukan pelayanan prima untuk mereka. Kita harus perhatikan kesehatan mereka juga. Pelayanan prima sekali untuk mereka," ujar Ani dihubungi Banten Raya, Jumat (13/8/21).


Saksikan Podcast Meja Redaksi di Banten Raya Channel


Ia menuturkan, sebelum divaksin, ODGJ dan disabilitas pun terlebih dahulu dilakukan screening mulai dari pendataan identitas hingga diajukan pertanyaan-pertanyaan. Hal itu dilakukan untuk mengecek dan memastikan kondisinya sehat bugar. Ani mengaku saat interview pihaknya tidak merasa kesulitan. (harir)

Halaman:

Editor: Dewa

Tags

Terkini

X