• Kamis, 21 Oktober 2021

Datangi Walikota Cilegon Pakai Baju Putih, Pedagang Kuliner: Kami Menyerah Atas PPKM!

- Jumat, 30 Juli 2021 | 22:31 WIB
pedagang ngadu walikota (1)
pedagang ngadu walikota (1)

CILEGON, BANTEN RAYA- Pelaku usaha kuliner di Kota Cilegon mengadu ke Walikota Cilegon Helldy Agustian terkait penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat dan level IV di Kota Baja tersebut. Dengan mengenakan baju putih, mereka memprotes kebijakan tersebut karena dinilai merugikan. 


Pantauan bantenraya.com, ada lima pelaku usaha yang datang ke Kantor Walikota Cilegon, Jumat (30/7/2021)sore. Lima orang tersebut perwakilan dari beberapa pedagang kaki lima (PKL) yang biasa berjualan di Bundaran Cibeber, Mega Blok, Belakang DPRD Cilegon, pedagang kuliner di ruko-ruko, serta pelaku usaha lain di Kota Cilegon. 


Kelima pedagang yang datang ke Kantor Walikota Cilegon mengenakan baju putih sebagai tanda para pedagang menyerah atas kebijakan PPKM darurat">PPKM darurat yang diberlakukan oleh pemerintah di masa pandemi Covid-19. Kedatangan para pekaku usaha tersebut disambut langsung Walikota Cilegon Helldy Agustian dan jajaran di Ruang Rapat Walikota Cilegon. 


PKL Bundaran Cibeber, Irfan Hidayat mengatakan, pihaknya datang ke Kantor Walikota Cilegon untuk menyampaikan permasalahan yang saat ini dialami hampir semua pedagang kuliner di Kota Cilegon. Penghasilan mereka turun drastis sejak adanya PPKM darurat">PPKM darurat serta penutupan jalan protokol saat malam hari. 


"Seperti kami, jualan rata-rata baru mulai pukul 16.00 WIB, pukul 20.00 WIB disuruh tutup. Bahkan, kadang pukul 19.30 WIB sudah ada patroli dari Satgas Covid-19, kami disuruh tutup. Ini yang kami rasakan saat ini," kata Irfan ditemui di Kantor Walikota Cilegon, Jumat (30/7/2021) malam. 


Irfan menuturkan, akibat kebijakan PPKM darurat">PPKM darurat yang membatasi waktu jualan pedagang, usahanya kini sangat terpukul. Bahkan penghasilannya terjun bebas.


BACA JUGA: Maaf Bos, Jalur Protokol Cilegon dari PCI Sampai Simpang 3 Ditutup


"Dulu sebelum ada Covid-19 sehari bisa dapat uang Rp800 ribu. Pas awal-awal Covid-19, kita masih bisa dapat uang sekitar Rp300 ribu sampai Rp400 ribu per hari. Sekarang sejak ada PPKM darurat">PPKM darurat bukan turun lagi, tapi anjlok. Rata-rata dapat Rp15 ribu, belum untuk operasional, pulang tidak bawa uang sama sekali," ungkap pedagang Seblak Ceker ini.


Kata Irfan, sepinya pembeli bukan hanya dirasakannya. Hal yang sama hampir dialami semua pedagang kuliner. Selain tidak melayani makan di tempat, sistem penjualan online memanfaatkan ojek online (ojol) juga tak optimal karena juga diberlakukan banyak pembatasan.

Halaman:

Editor: Dewa

Tags

Terkini

Bahaya Kopi Pakai Gula Pasir kata dr Zaidul Akbar

Kamis, 14 Oktober 2021 | 05:30 WIB

Penderita Kanker Hindari Makan Makanan Ini

Senin, 11 Oktober 2021 | 08:26 WIB
X