• Jumat, 1 Juli 2022

Insentif Nakes Covid-19 di Kota Serang Diduga Disunat 50 hingga 70 Persen

- Jumat, 30 Juli 2021 | 18:00 WIB
Koordinator MAKI Boyamin Saiman. (1)
Koordinator MAKI Boyamin Saiman. (1)

SERANG, BANTEN RAYA - Masyarakat Anti-Korupsi Indonesia (MAKI) menerima informasi terkait adanya pemotongan insentif tenaga kesehatan (nakes) penanganan Covid-19 oleh pihak manajemen rumah sakit (RS) di wilayah Kota Serang. Adapun besarannya adalah 50 hingga 70 persen dari jumlah intensif yang seharusnya diterima.


Koordinator MAKI Boyamin Saiman mengaku, jika dirinya menerima laporan dari salah seorang nakes di Kota Serang yang mengaku jika insentif bagi nakes merupakan hak bagi mereka yang berada di garda terdepan dalam penanganan Covid-19 terjadi pemotongan.


"Dugaannya honorarium 6 bulan yaitu Desember hingga Mei atau Januari hingga Juli. Kisaran yang masuk ke tabungan sekitar Rp20 sampai Rp50 juta (dari pusat), terus ketika di tabungan hanya tertera masing-masing antara Rp8 sampai Rp20 juta," katanya kepada bantenraya.com, Jumat (30/7/2021).


Ia menjelaskan, dari informasi yang diperolehnya, manajemen mengakomodasi pembuatan buku tabungan dan anjungan tunai mandiri (ATM). Tetapi buku tabungan dan ATM tidak secara langsung dibagikan kepada para nakes.


"Pada Juli 2021 buku dan ATM dikasihkan dan itu ketahuan masuk berapa, sisa berapa. Lucunya, uang itu masuk dibuat seakan-akan bulai Mei tapi buku tabungan baru dibuat di bulan Juli," jelasnya.


Lebih lanjut, Boyamin mengaku memiliki beberapa bukti, berupa buku tabungan dan yang lainnya. Dugaan pemotongan itu akan dilaporkan ke Polda Banten, agar segera melakukan penyelidikan atas informasinya tersebut.


"Setelah mendapat buku tabungan dicek ada Rp7 juta, tapi ada saldo masuk Rp22 juta (hasil print out tabungan). Saya melaporkan ke Polda memastikan uang itu masih disimpan RS nanti diberikan akhir tahun," tandasnya.


Saksikan Podcast Meja Redakdi di Banten Raya Channel


https://youtu.be/IwGZmhgR1IQ

Halaman:

Editor: Dewa

Tags

Terkini

Banten Mulai Lewati Masa Puncak Gelombang 3 Covid-19

Selasa, 22 Februari 2022 | 16:16 WIB
X