• Jumat, 28 Januari 2022

Krisis Lahan Makam Covid-19, DPRD Sarankan Pemprov Manfaatkan Tanah Sedimentasi Situ

- Selasa, 13 Juli 2021 | 16:28 WIB
IMG-20210713-WA0020_resize_67
IMG-20210713-WA0020_resize_67

TANGSEL, BANTEN RAYA- Wakil Ketua DPRD Provinsi Banten Budi Prajogo menyarankan agar Pemprov Banten memanfaatkan tanah sedimentasi situ-situ yang menjadi aset provinsi untuk dimanfaatkan menjadi lokasi makam baru bagi pasien Covid-19 yang meninggal dunia.


"Hal tersebut dinilai perlu dilakukan karena ada krisis lahan makam jenazah Covid-19 di wilayah Tangerang Raya," ujarnya, Selasa (13/7/2021).


Menurut politikus PKS tersebut, Pemprov Banten bisa memanfaatkan sedimentasi situ seperti Situ Gintung atau Situ Tujuh Muara untuk dikaji dengan melakukan kordinasi dengan Pemkot Tangerang Selatan (Tangel). Menurutnya, pemanfaatan sedimentasi situ-situ bisa menjadi solusi untuk mengatasi menipisnya lahan penguburan seperti di Tangerang Raya.


"Banyaknya korban Covid-19 dan terbatasnya lahan pemakaman membuat terjadinya kedaruratan. Sehingga menyediakan tempat pemakan dan sistem pemakaman yang cukup untuk lonjakan kematian akibat covid-19 mendesak dilakukan Pemprov Banten," katanya.


Ia menuturkan, Situ Gintung merupakan sebuah situ yang terletak di Kelurahan Cireundeu, Ciputat Timur, Tangerang Selatan memiliki luas sekitar 28 hektare. Sedangkan Situ Tujuh Muara adalah salah satu situ besar di kawasan Tangerang Selatan. Situ itu terletak di Kelurahan Pamulang Barat dan Pondok Benda. Luas situ itu menurut data Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Tangsel, saat ini sekitar 19,3 hektare.


Sementara, pengelola Tempat Pemakaman Umum (TPU) Jombang Kota Tangsel Shohibin Na'im saat ditemui mengatakan, lahan pemakaman tersebut hanya tersisa lahan untuk memakamkan 100 jenazah lagi. Dalam satu hari lokasi tersebut mampu menampung 30-50 jenazah Covid-19.


Saksikan Podcast Meja Redaksi di Banten Raya Channel


https://youtu.be/AUxiaGeWwC8


Di beberapa tempat, jenazah pasien Covid-19 yang isoman menunggu berjam-jam untuk bisa diproses pemakaman. warga bingung harus diapakan jenazah covid di lingkungan mereka.

Halaman:

Editor: Redaksi

Terkini

Dwi Andika Mengaku Sakit Usai Vaksinasi Booster

Senin, 24 Januari 2022 | 08:17 WIB
X