• Kamis, 9 Desember 2021

Duhhh, Ada 7.319 Balita Menderita Stunting di Lebak

- Rabu, 16 Juni 2021 | 09:08 WIB
Stunting
Stunting

LEBAK, BANTEN RAYA – Pemkab Lebak mencatat ada 7.319 balita di Kabupaten Lebak yang menderita stunting atau gangguan pertumbuhan hingga April 2021.


Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Lebak memgatakan, Tritano Supiono yang turut hadir dalam rembug stunting Kabupaten Lebak 2021 menegaskan, pencegahan stunting harus dilakukan melalui sinkronisasi perencanaan yang matang dan tepat sasaran. Katanya, kasus stunting ini banyak ditemukan di wilayah pelosok perdesaan sehingga pencegahannya hatus turut melibatkan desa melalui anggaran dana desa (ADD).


“Harus diketahui bahwa kasus stunting di Lebak lumayan banyak. Maka dari itu harus kita tangani secara rerius dan berkelanjutan,” ujarnya.


Ia mengungkapkan, di 2021 ini hingga April terdapat 7.319 anak dengan kategori balita yang mengalami ganguan perkembangan pertumbuhan atau stunting.


BACA JUGA: Semua Kabupaten/kota di Banten Sekarang Masuk Zona Oranye Covid-19


“Tahun 2018 jumlahnya mencapai 42,2 persen dari total balita. Namun setelah penanganan dilakukan memasuki 2019 turun menjadi 19 persen, serta di 2020 turun lagi menjadi 9,2 persen. Kami berharap, dengan pencegahan dan penanganan yang dilakukan melalui multi sektor, stunting di Lebak akan terus menurun,” harapnya.


Kepala Balitbangda Kabupaten Lebak Virgojanti mengatakan, upaya pencegahan stunting bukan hanya tanggung jawab Dinas Kesehatan (Dinkes) semata, tetapi tanggung jawab bersama. Oleh karena itu, dalam kegiatan rembug stunting, seluruh OPD harus memiliki program yang berkaitan dengan pencegahan stunting.


“Pencegahan stunting harus multi sektor, tidak hanya pemerintah yang harus berperan aktif namun semua pihak termasuk organisasi kemasyarakatpun harus aktif,” ujar Virgojanti.


Saksikan Kegiatan Reses Anggota DPRD Provinsi Banten di Banten Raya Channel


https://youtu.be/exUrsfp4Pnw


Ditegaskannya, stunting ini terjadi akibat masih ada masyarakat yang kurang paham terhadap pola pemberian gizi terjadap anaknya. Bahkan, ada pula yang dimungkinkan akibat terganjal perekonomian, sehingga ada masyarakat yang tidak mampu membeli makanan bergizi untuk balitanya.


“Karena banyak faktor yang mengakibatkan stunting, maka maka pencegahannya harus dilakukan multi sektor,” tuturnya. (hudaya/muhaemin)

Halaman:

Editor: Dewa

Tags

Terkini

7 Manfaat Kulit Pisang yang Belum Banyak Diketahui

Sabtu, 20 November 2021 | 16:11 WIB
X