• Rabu, 20 Oktober 2021

Bojonegara Jadi Lokus Stunting, Puskesmas Gencar Lakukan Penanganan

- Jumat, 28 Mei 2021 | 16:49 WIB
stunting (1)
stunting (1)

SERANG, BANTEN RAYA - Puskesmas Bojonegara melalui kader Posyandunya gencar melakukan pencegahan dan penanganan kasus balita stanting di desa-desa di kecamatan tersebut. Pasalnya, pada tahun ini Kecamatan Bojonegara menjadi salah satu desa yang menjadi lokasi khusus (lokus) penanganan stunting.


Penanggungjawab Program Gizi Puskesmas Bojonegara Fatmawati mengatakan, kasus balita stunting di Kecamatan Bojonegara masih ada namun jumlahnya tidak terlalu banyak. "Bojonegara tahun ini menjadi lokus penanganan stunting dan ada 60 kader Posyandu yang melakukan penanganan," ujar Fatmawati, Jumat (28/5/2021).


Ia mengungkapkan, mulai Januari pihaknya sudah melakukan intervensi untuk penanganan kasus stunting dengan membentuk Pos Gizi. "Kita ngasih makan balita yang stunting selama tiga bulan berturut-turut yang didanai oleh desa dari dana desa (DD) untuk pembelian peralatan Posyandu dan untuk PMT (pemberian makanan tambahan)," katanya.


Salah satu desa yang dilakukan intevensi yakni Desa Kertasana yang prosesnya mendapat dukungan penuh dari pihak desa. "Pada tahun 2020 balita stunting ada sekitar 40 tapi setiap bulan kegiatan Posyandu terus berjalan. Tapi untuk kegiatan intervensinya mengacu pada data yang terbaru," tuturnya.


Dalam melakukan penanganan kasus stunting, lanjut Fatmawati, pihaknya mengeliminasi bebebapa anak yang sebelumnya berstastus stunting namun sudah tumbuh dengan baik. "Ada juga yang menolak anaknya diintervensi karena merasa orang mampu dan merasa anaknya tidak ada masalah," paparnya.


BACA JUGA: Ini 8 Jurus Pemkot Tangsel dalam Memberantas Stunting


Ia mengungkapkan, intevensi lain yang dilalukan Pos Gizi yaitu, melakukan pengukuran berat badan setiap hari dan mengukur tinggi badan, meberikan edukasi kepada ibu-ibu yang memiliki anak stunting tentang cara pemberian makan yang baik untuk anak. "Kita melakukan demo masak menu makan yang baik itu seperti apa," katanya.


Terkait pemberian makan yang bergizi, pihaknya membuat menu selama satu minggu dengan menu yang berbeda-beda. "Yang kita angkat menu ikan selama satu minggu tapi selang-seling masaknya seperti pepes ikan, sop ikan, dan yang lainnya. Kita mencontohkan untuk sekali makan siang," ujarnya. (tanjung)

Editor: Dewa

Tags

Terkini

Bahaya Kopi Pakai Gula Pasir kata dr Zaidul Akbar

Kamis, 14 Oktober 2021 | 05:30 WIB

Penderita Kanker Hindari Makan Makanan Ini

Senin, 11 Oktober 2021 | 08:26 WIB
X