Bangga Buatan Indonesia, Mau Dibawa Kemana?

- Jumat, 1 April 2022 | 06:22 WIB
Riswanda PhD. (Dokumentasi pribadi.)
Riswanda PhD. (Dokumentasi pribadi.)

Luapan kejengkelan Presiden Joko Widodo pada kesempatan menyampaikan arahan perihal tentang 'aksi afirmasi bangga buatan Indonesia’ (CNN Indonesia 2022, 25 Maret), patut dijadikan perhatian dan pembelajaran.

Sorotan Presiden terarah menteri, kepala lembaga, kepala daerah, dan BUMN yang kurang mencermati penubuhan logistik barang dan jasa dengan asal dalam negeri baru atau made in Indonesia.

Kerungsingan Presiden sebetulnya terletak pada impor alat pertanian, alkes, CCTV dan lainnya.

Teguran mempertanyakan kenapa tidak memakai produk UMKM dalam negeri, dan justru malah mengimpor.

Alokasi tidak tanggung menggelontor 214 triliun rupiah per hari ini, sebanding 14 persen total anggaran 1.481 triliun rupiah. Sorotan Riswanda (2021, 2022) acap mengangkat kondisi UMKM di Indonesia.

Komunitas penggerak ekonomi faktual, di sela kebutuhan mendongkrak percepatan pemulihan ekonomi. Sebagian besar pelaku usaha di Indonesia merupakan pemilik usaha mikro, kecil, dan menengah, bisa dikatakan 99 persen.

Lalu, apa kaitan prosentase terbilang dengan sentilan Presiden terkait kampanye bangga menggunakan produk dalam negeri? Barangkali, ikhtiar ‘bahagia menggunakan produk Indonesia’ mesti lebih serius digalakkan.

Riswanda

Menengok upaya negeri kangguru misal, tidak cukup sekadar mimpi indah dan tergopoh saat ditegur Presiden. Kebanggaan terhadap produk lokal dapat terkristal di benak warga Australia juga diberikan dengan role modelling pimpinan.

Publik sempat bertepuk tangan saat eksposur media menonjolkan Julia Gillard, Perdana Menteri Australia di periode silam tahun 2012, membeli Holden sebagai mobil pribadi. Tidak berhenti sampai menyimbolkan praktik baik, media lokal seperti Couriermail, Adelaidenow dan ABC meliput Perdana Menteri mereka menggelontorkan bantuan negara pada Industri mobil nasional tersebut.

Terlepas keberhasilan atau kegagalan uluran tangan pemerintah di contoh kasus ini, langkah kepala negara sekaligus mungkin menyelamatkan kebanggaan merk nasional Australia.

Berharap langkah ini menjadi contoh kepedulian terhadap aset berupa kebersarhatian terhadap hasil sendiri.

Kembali ke diskusi tanah air, cetak tebal UMKM menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia baru berbasiskan sebagian besar informasi dan data, menggarisbawahi perkembangan UMKM yang terus meningkat.
Pertanyaannya, apakah benar adanya? Hasil rilis dari Katadata Insight Center (KIC) mencatat 82,9 persen UMKM merasakan dampak buruk dari pandemic. 5,9 persen saja yang merasakan pertumbuhan positif.

Bank Dunia mendata sebanyak 86 persen pelaku UMKM mengalami penurunan penjualan di awal pandemi Covid-19, termasuk kesulitan dalam hal finansial dialami penggiatnya.

Halaman:

Editor: M Hilman Fikri

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kembali membicarakan IKN

Selasa, 27 September 2022 | 17:41 WIB

RUU PRT, Lalai Anasir Perlindungan Anak

Rabu, 14 September 2022 | 09:43 WIB

Makna Emotif Penataan Kebijakan Sosial

Sabtu, 20 Agustus 2022 | 15:49 WIB

Melampaui Perbahasan Stunting

Selasa, 2 Agustus 2022 | 09:53 WIB

Hal Ihwal Desain Kesejahteraan Publik

Rabu, 20 Juli 2022 | 06:17 WIB

Cut off Inovasi Muluk, Bidik Pangkal Masalah

Sabtu, 2 Juli 2022 | 16:44 WIB

Mendendangkan Kebijakan Vokasi, Sudah Jitu kah?

Jumat, 24 Juni 2022 | 03:31 WIB

Mempercakapkan Social Enterprise

Minggu, 22 Mei 2022 | 20:46 WIB

Stigma yang Terlupakan

Selasa, 17 Mei 2022 | 11:00 WIB

Payung Pelindung Ruang Aman bagi Perempuan

Jumat, 6 Mei 2022 | 08:10 WIB

Dialektika Kebijakan, dan Bukan Drama

Jumat, 6 Mei 2022 | 07:00 WIB

Titian Perkotaan dan Perdesaan

Jumat, 6 Mei 2022 | 01:06 WIB

ATM Beras sampai Subsidi, Ukuran Sejahtera?

Senin, 18 April 2022 | 15:24 WIB

Conundrum Cuti Bersama dan Teguran Berempati

Minggu, 17 April 2022 | 13:37 WIB

Fakta Menarik Politik, Seputar Lingkaran Mistis

Sabtu, 2 April 2022 | 05:53 WIB

Bangga Buatan Indonesia, Mau Dibawa Kemana?

Jumat, 1 April 2022 | 06:22 WIB

Kekusutan Minyak Goreng dan Filosofi Batman

Sabtu, 12 Maret 2022 | 06:02 WIB

KKB, Arsitektur Sosial dan Silaturahmi Pemikiran

Sabtu, 12 Maret 2022 | 05:53 WIB
X