• Jumat, 28 Januari 2022

Menaksir Intervensi Sosial

M Hilman Fikri
- Rabu, 10 November 2021 | 18:30 WIB
Riswanda PhD.  (istimewa)
Riswanda PhD. (istimewa)

Oleh: Riswanda

Menyegarkan relung berpikir saat Kita larut dalam diskusi media yang tidak terbawa simpang-siur arus pemberitaan minus, dan justru menghayati semangat ‘positive journalism’.

Sorotan (2021) apik membawakan tajuk ‘Anak-anak Masih Belum Terlindungi dari Berbagai Ancaman Kekerasan, Regulasi Apa yang Sudah Ada namun Belum Berjalan?’.

Gelar wicara tersebut menghadirkan perbincangan cendekia bersama pemerhati anak Seto Mulyadi, Asisten Deputi Perlindungan Khusus Anak dari Kekerasan, Kemen PPPA RI Ciput Eka Purwianti dan Riswanda , Akselerator Kebijakan Indonesia.

Terdapat pokok pembelajaran berharga, bahwa sepertinya irisan atau persilangan nilai intervensi sosial dan investasi sosial luput dipertimbangkan dalam rumusan dan pelaksanaan regulasi kebijakan publik.

‘Intervensi sosial’ secara sederhana dapat diartikan sebagai rencana dan langkah aksi pemerintah, masuk langsung ke ranah kemasyarakatan, ditujukan demi kebermanfaatan sosial.

Sedangkan, istilah ‘investasi sosial’, seringkali erat dikaitkan dengan tanggung jawab sosial sektor bisnis terhadap ekologi sosial tertentu. Tentu saja penafsiran ini cukup longgar. Sebab jika pemahaman investasi sosial berpusar pada perihal kemaslahatan publik, maka ruang diskusi patron pengembangan masyarakat juga dapat diartikan sebagai ukuran luaran dari pijakan intervensii sosial pemerintah.

Apa alasan yang mendasari hal ini? Menyimak ikhtisar Sorotan (2021), Kekerasan terhadap anak dan remaja saat ini sudah pada tingkat yang mengkhawatirkan karena proporsi anak yang mengalami kekerasan lebih tinggi dari mereka yang tidak mengalami kekerasan.

Fakta di lapangan ditemukan bahwa dua dari tiga anak melaporkan pernah mengalami kekerasan salah satu atau lebih kekerasan sepanjang hidupnya.

Halaman:

Editor: M Hilman Fikri

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kuliah 4.0

Kamis, 27 Januari 2022 | 09:43 WIB

Keniscayaan hadirnya UU TPKS

Senin, 17 Januari 2022 | 10:28 WIB

Mendemokrasikan Kampanye: Sebuah Catatan Kebijakan

Jumat, 7 Januari 2022 | 09:46 WIB

Membicarakan Capacity Building

Sabtu, 25 Desember 2021 | 19:00 WIB

Pendidikan Tanggap Dunia Kerja

Minggu, 12 Desember 2021 | 06:00 WIB

Catatan UU Ciptaker Selepas Putusan MK

Minggu, 5 Desember 2021 | 06:27 WIB

Meningkah Permendikbudristek 30 Tahun 2021

Senin, 29 November 2021 | 21:00 WIB

De-generasi Petani: Sorotan Sosial-Politik

Senin, 22 November 2021 | 06:37 WIB

Menaksir Intervensi Sosial

Rabu, 10 November 2021 | 18:30 WIB

Menyambung Daya Tahan Sosial Selepas Pandemi

Rabu, 3 November 2021 | 10:15 WIB

Memadamkan Ruang Bisnis Pornografi

Rabu, 27 Oktober 2021 | 13:40 WIB

Cipta Daya Saing Unggul

Senin, 18 Oktober 2021 | 20:20 WIB

Inovasi Sektor Publik: Apakah Sekadar Slogan?

Jumat, 15 Oktober 2021 | 17:21 WIB

Mempertikaikan RUU PKS

Sabtu, 9 Oktober 2021 | 09:51 WIB

Mengurai Regulasi Tembakau

Kamis, 30 September 2021 | 20:26 WIB

Mungkinkah Menihilkan Kekerasan pada Anak?

Rabu, 22 September 2021 | 19:08 WIB

Perihal Ketenagakerjaan

Rabu, 15 September 2021 | 21:54 WIB
X