• Selasa, 16 Agustus 2022

Mayat Bergelimpangan di Bucha, AS dan China Saling Sindir, Indonesia Minta PBB Turun Tangan

- Kamis, 7 April 2022 | 22:01 WIB
Indonesia mendukung PBB untuk melakukan invetigasi independen usai kabar yang menyebut mayat bergelimpangan di Bucha Ukraina. (Instagram @zelenskiy_official)
Indonesia mendukung PBB untuk melakukan invetigasi independen usai kabar yang menyebut mayat bergelimpangan di Bucha Ukraina. (Instagram @zelenskiy_official)

BANTENRAYA.COM - Pembunuhan warga sipil di Bucha, Ukraina hingga mayat bergelimpangan dan adanya kuburan massal menarik perhatian dunia.

Amerika Serikat (AS) menyebut tragedi di Bucha merupakan sebuah kejahatan perang dan menyerukan pengadilan kejahatan perang. 

Sementara China meminta agar publik tak mudah mengambil kesimpulan sebelum penyelidikan di Bucha dilakukan.

Baca Juga: Ini 4 Arti dari Lambang di Atas Kepala Teletubbies, Ternyata Melecehkan! 

Presiden AS Joe Biden ikut memberi tanggapan dengan menyerukan pengadilan kejahatan perang dan membuat lebih banyak sanksi terhadap Rusia.

"Seharusnya ada pengadilan kejahatan perang," kata Joe Biden kepada wartawan, Selasa 5 April 2022.

Sementara itu dikutip Bantenraya.com dari Xinhua, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Zhao Lijian menegaskan, foto mayat bergelimpangan di Bucha sangat menganggu.

Baca Juga: Alasan Marshel Widianto Hubungi dan Beli Video Syur Dea OnlyFans: Materi Stand Up Comedy dan Bantu Ekonomi

"Beragam laporan dan foto kematian warga sipil di Bucha sangatlah mengganggu. Kebenaran dan penyebab insiden itu harus dipastikan," ujarnya, Kamis 7 April 2022.

Laporan media menyatakan, sedikitnya 280 orang, termasuk anak-anak, ditemukan tewas di Bucha, sebuah kota di luar Kiev.

Halaman:

Editor: Jermainne Tirta Dewa

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X