• Senin, 29 November 2021

Setelah Delta, Pakar Amerika Serikat Sebut ada Varian Baru Covid-19 Bernama Mu

- Senin, 13 September 2021 | 09:50 WIB
Foto ilustrasi virus Covid-19 (pixabay.com)
Foto ilustrasi virus Covid-19 (pixabay.com)

BANTENRAYA.COM – Dunia dihadapkan pada pandemic Covid-19 yang mematikan. Meski saat ini kondisi kesehatan warga dunia relative membaik, namun sebuah penelitian di Amerika Serikat mengungkap temuan varian baru Covid-19 yang dinamakan Mu.

Pakar yang mengungkap ini adalah Faheem Younus. Varian Mu sendiri kali pertama ditemukan di Kolombia dan dikabarkan sebelum adanya varian Delta.

Diberitakan Pikiran-Rakyat.com mengutip akun Twitter milik Faheem Younus, disebutkan penelitian awal terkait varian Mu.

"Pertanyaan: Apakah varian Mu tak terelakkan sebagai ancaman besar berikutnya? Jawaban: Terlalu dini untuk diceritakan tetapi sangat tidak mungkin untuk menggantikan Delta," kata Faheem Younus.

Baca Juga: Peserta PPPK di Kota Serang yang Positif Covid-19 Boleh Ikut Tes CAT Hari Ini

Selain mengungkapkan karakteristik dari varian Mu, Faheem Younus juga berujar tentang menghindari Covid-19 melalui gaya hidup sehat.

"Jangan kehilangan waktu tidur karena itu jika Anda sembuh dari COVID atau jika Anda divaksinasi," ujar Faheem Younus.Beberapa penelitian telah dilakukan oleh sejumlah pakar terkait varian Mu.

Ada pula pakar yang menyebutkan jika varian Mu tidak lebih berbahaya dibandingkan varian Delta.

Sebelumnya, Indonesia harus pontang-panting dalam menangani Covid-19 varian Delta.

Halaman:

Editor: Muhaemin

Sumber: Pikiran Rakyat

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Media Korea Selatan Soroti Hukuman Cambuk di Aceh

Jumat, 26 November 2021 | 09:41 WIB
X