• Rabu, 17 Agustus 2022

BEM Unbaja Ajak Mahasiswa Tolak Radikalisme

- Senin, 3 Mei 2021 | 08:00 WIB
WhatsApp Image 2021-05-02 at 21.42.12
WhatsApp Image 2021-05-02 at 21.42.12

SERANG, BANTEN RAYA-Dalam rangka mencegah mahasiswa terpapar paham radikalisme, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Banten Jaya (Unbaja) menggelar Dialog Kebangsaan secara hybrid.


Kepada Banten Raya, Nibras, Presiden Mahasiswa Unbaja menyampaikan bahwa kegiatan ini salah satu upaya BEM Unbaja, untuk melakukan pencegahan terhadap mahasiswa dan remaja agar tidak terpapar paham radikalisme.


Menurutnya, ide kegiatan ini berawal dari sejumlah aksi teror yang terjadi di tanah air, dimana sebagian pelakunya dari kalangan remaja. Oleh karena itu, BEM Unbaja yang mendapatkan dukungan dari lembaga menggelar kegiatan ini.


“Ini salah satu upaya kami untuk melakukan pencegahan kepada mahasiswa dan remaja di Banten, agar tidak terpapar paham radikalisme,” katanya.


Ia berharap melalui kegiatan ini mahasiswa Unbaja tidak mudah terpapar paham radikalisme, dan mahasiswa Unbaja mampu berkontribusi dalam menjaga kondusifitas bangsa, dan membantu pemerintah dalam pembangunan.


Sementara itu, Didi Sohidi Tohir, salah seorang pembicara dalam kegiatan tersebut menyampaikan, dalam kamus besar bahasa Indonesia teror adalah usaha menciptakan ketakutan, kengerian dan kekejaman oleh seseorang atau golongan. Teroris adalah orang yang menggunakan kekerasan untuk menimbulkan rasa takut, biasanya untuk tujuan politik dan terorisme adalah penggunaan kekerasan untuk menimbulkan ketakutan dalam usaha mencapai tujuan (terutama tujuan politik); praktik tindakan teror.


“Perkembangan peristiwa dari aksi terorisme yang terjadi baru-baru ini ternyata pelakunya adalah individu yang berusia muda,” katanya.


Berdasarkan Deputi VII BIN Wawan Hari Purwanto, lanjutnya, media sosial disinyalir telah menjadi inkubator radikalisme, khususnya bagi generasi muda. Rentang kendali biasanya 17-24 tahun, ini yang menjadi target utama, selebihnya diatas itu second liner.


Sehabudin, Kepala Bidang Media Hukum Dan Humas Forum Koordinasi Penanggulangan Terosis (FKPT) Provinsi Banten mengatakan, indeks potensi radikalisme pada generasi Z mencapai 12.7%; kemudian pada milenial mencapai 12.4% dan pada gen X mencapai 11.7%.

Halaman:

Editor: Redaksi

Terkini

Bantu Pemerintah, Unbaja Lakukan Penyemprotan

Senin, 19 Juli 2021 | 08:00 WIB

Unbaja Sediakan 80 Lebih Beasiswa

Kamis, 8 Juli 2021 | 08:00 WIB

BPOM Kunjungi Unbaja, Ini yang Dibahas

Selasa, 6 Juli 2021 | 08:00 WIB

Unbaja Dapat Bantuan Buku dari Perpusnas

Sabtu, 26 Juni 2021 | 08:00 WIB

Unbaja Luncurkan Unbaja S'Mart

Rabu, 16 Juni 2021 | 13:00 WIB

Unbaja Teken MoU dengan Relawan Kampung

Sabtu, 5 Juni 2021 | 09:00 WIB

Unbaja Gandeng Relawan Kampung

Jumat, 7 Mei 2021 | 07:00 WIB

BEM Unbaja Ajak Mahasiswa Tolak Radikalisme

Senin, 3 Mei 2021 | 08:00 WIB

Unbaja Gandeng DLH Kota Serang

Kamis, 29 April 2021 | 14:00 WIB

Unbaja Ciptakan SDM Unggul Melalui Merdeka Belajar

Kamis, 29 April 2021 | 08:00 WIB

Unbaja Peringati Hari Kebersihan Indonesia

Selasa, 23 Februari 2021 | 19:13 WIB

9 Dosen Unbaja Lolos Hibah Penelitian Ristek BRIN

Selasa, 23 Februari 2021 | 18:58 WIB
X