• Sabtu, 21 Mei 2022

Muamalat Institute Hidupkan Ekosistem Literasi Syariah Lewat Geulis

- Senin, 30 Agustus 2021 | 11:00 WIB
IMG-20210829-WA0027_resize_66
IMG-20210829-WA0027_resize_66

JAKARTA, BANTEN RAYA - Potensi pengembangan ekonomi syariah di Indonesia sangatlah besar. Masih banyak ruang di sektor tersebut yang dapat terus dioptimalkan. Namun salah satu tantangan pengembangan sektor tersebut ialah masih rendahnya tingkat literasi ekonomi syariah dan iklusi keuangan syariah di Indonesia.


Menanggapi situasi tersebut, Muamalat Institute (MI) bersama Otaritas Jasa Keuangan (OJK) membuat terobosan literasi dengan menggunakan konsep kekinian melalui pendekatan mutimedia dan digital. Untuk memulainya, diadakan Seminar Nasional bertajuk 'Literasi Keuangan Syariah di Era Digital' dan launching Gerakan Literasi Syariah (Geulis), Sabtu (28/8)


Acara tersebut digelar secara virtual oleh Muamalat Institute (MI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Muamalat Indonesia, Perpustakaan Nasional, dan Forum Taman Baca Masyarakat se-Indonesia. Dan dalam acara tersebut menghadirkan Gol A Gong sebagai duta baca Indonesia, dan Maman Suherman sebagai jurnalis dan penulis. 


Seminar tersebut bertujuan untuk menumbuhkan tingkat literasi dengan konten yang inovatif, dalam membahas ekonomi dan keuangan syariah secara mudah serta dapat menambah khazanah bahan bacaan, di Taman Baca Masyarakat (TBM) yang tersebar di Indonesia.


Dengan semakin banyaknya konten-konten kreatif, yang membahas ekonomi dan keuangan syariah, maka masyarakat akan semakin tertarik dan mudah memperoleh pemahaman terkait ekonomi dan keuangan syariah sejak dari awal. 


Direktur Literasi dan Edukasi Keuangan OJK Horas Tarihoran mengatakan, pihaknya mengapresiasi inisiatif yang dimotori oleh MI demi mendukung literasi keuangan syariah. Pasalnya meskipun potensi syariah yang tinggi, tapi indeks inklusi keuangan rendah dan literasi keuangan juga rendah.


“Kami berharap kedepan bukan hanya Bank Muamalat dan jangan jadikan aturan OJK untuk melaksanakan literasi keuangan, sebagai beban. Tapi justru sebagai investasi. Kita edukasi dulu, baru kita jualan produk,” kata Horas.


CEO Bank Muamalat Indonesia Achmad K Permana mengatakan, pihaknya sangat setuju terkait harus adanya terobosan dalam mengedukasi masyarakat untuk meningkatkan literasi agar dapat menumbuhkan ekonomi syariah di Indonesia. 


“Seperti pendekatan kekinian, dengan digital. Meningkatkan literasi keuangan bukan hanya pekerjaan rumah dari regulator saja. Saya setuju dengan pak Horas. Kita harus melibatkan semua,” ucapnya.

Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Terkini

Sprint dan Primaverra Jadi Primadona di Cilegon

Kamis, 19 Mei 2022 | 10:20 WIB

Penjualan Gibuku Meningkat Tajam

Selasa, 17 Mei 2022 | 10:45 WIB

Samsung Cilegon Seluler Promo Love Campaign

Selasa, 17 Mei 2022 | 10:39 WIB

Pasca Lebaran Usaha Gypsum Sepi Konsumen

Jumat, 13 Mei 2022 | 16:35 WIB

The Surosowan Gelar Lomba ‘Latte Art’

Rabu, 11 Mei 2022 | 18:30 WIB
X