BANTENRAYA.COM – PT Fore Kopi Indonesia Tbk atau FORE, turut menyasar tren perkembangan bisnis donat di Indonesia, perusahaan yang bergerak di bidang makanan itu membidik segmen kelas menengah yang memiliki porsi besar.
Berdasarkan perspektus FORE, Industri donat di Indonesia telah membukukan pertumbuhan yang positif sejak 2018, dengan naiknya permintaan donat sebesar 34 persen dalam enam tahun terakhir.
Ke depannya, FORE memprediksi donat akan terus mengalami pertumbuhan pesat sebesar 16 persen, sehingga konsumsinya ditaksir mencapai nilai sekitar 518 juta dolar AS.
Pertumbuhan ini didorong oleh perkembangan industri kopi di Indonesia, karena donat semakin populer untuk dijadikan camilan yang dinikmati bersama kopi menjadi inspirasi FORE.
BACA JUGA : Awal Mula Kedai Kopi Fore Bisa Melantai di Bursa Saham
Selain itu, meningkatnya tren donat sebagai hadiah dalam berbagai momen juga turut mendorong lonjakan permintaan, terutama di kota Jakarta dan pengembangan bisnis FORE.
Dari segi wilayah, pangsa pasar terbesar berasal dari Jabodetabek dengan kontribusi 60 persen, diikuti oleh wilayah Non Jabodetabek Jawa 25 persen dan Non Jawa 15 persen dan FORE siap bersaing.
Baru-baru ini, FORE juga membuka gerai Fore Donut. Sebagai strategi penting dalam perjalanannya, gerai pertama Fore Donut resmi dibuka di Supermal Karawaci, Tangerang.
Beberapa faktor yang membuat FORE menilai donat semakin tren di Indonesia antara lain yang pertama, aksesibilitas donat semakin meningkat sejalan dengan bertambahnya jumlah outlet dan toko ritel, baik lokal maupun internasional.
Outlet-outlet ini menawarkan berbagai jenis donat, mulai dari yang terjangkau hingga premium dan artisanal. Selain itu, ketersediaan donat di jaringan ritel besar seperti Indomaret juga menjadi faktor pendorong utama dari sisi pasokan.
Kedua, perubahan sosial ekonomi dan gaya hidup masyarakat turut mendongkrak pertumbuhan industri donat di Indonesia.
BACA JUGA : Referensi Donat Enak di Cilegon, Sakha Donut’s Pastinya
Dengan meningkatnya pendapatan, urbanisasi, dan eksposur global, masyarakat mulai memilih donat sebagai alternatif camilan yang menggantikan pilihan makanan tradisional.
Terakhir, transformasi digital juga berkontribusi signifikan melalui layanan pesan antar seperti Grab dan Gojek, yang memudahkan akses ke donat.
Selain itu aneka varian donat yang menarik dan kolaborasi dengan influencer juga memperkuat daya tariknya, terutama di kalangan generasi muda.
Selain itu, berdasarkan hasil survei yang dilakukan FORE, cemilan manis masih menjadi pilihan utama untuk menemani konsumsi kopi oleh masyarakat, dengan donat menjadi pilihan terbaik berdasarkan popularitas.
Sebanyak 31 persen responden memilih donat sebagai cemilan pendamping kopi, sementara 53 persen responden memilih untuk membeli kopi bersama donat.***
















