BANTENRAYA.COM – Grab Indonesia mengeluarkan hasil riset terbaru terkait dengan pola konsumsi masyarakat selama Ramadan dan Idulfitri 2025.
Dari hasil penelitian, delapan dari sepuluh orang Indonesia mengalokasikan dana sebesar Rp3,4 juta untuk kebutuhan makanan dan minuman, fashion, serta produk kecantikan selama periode tersebut.
Director of Grab For Business Grab Indonesia, Roy Nugroho menjelaskan, tren ini membuka peluang besar bagi brand untuk memberikan penawaran yang sesuai dengan kebutuhan dan minat pelanggan selama Ramadan, serta mendorong angka penjualan.
“Dengan memahami preferensi konsumen dan mengetahui kapan waktu yang tepat untuk meluncurkan kampanye, pelaku bisnis tidak hanya bisa meningkatkan visibilitas, tetapi juga membangun hubungan yang lebih kuat dengan pelanggan dalam jangka panjang,” kata Roy melalui keterangan resmi yang diterima Bantenraya.com, Jumat 14 Maret 2025.
Temuan lain dari penelitian ini terkait dengan strategi kampanye yang efektif mendorong penjualan.
Tercatat, sebanyak 53 persen masyarakat Indonesia memulai persiapan menyambut Ramadan sejak tiga minggu sebelum datangnya bulan suci Ramadan.
Hal ini memberikan peluang bagi pemilik usaha atau brand untuk membangun visibilitas mereka lebih awal.
Baca Juga: Spoiler Preman Pensiun 9 episode 16: Lord Yayat Mode Menyala, Kojek cs Harus Menerima Akibatnya
Tren ini juga terlihat dari peningkatan pesanan GrabMart hingga 11 persen pada minggu pertama Ramadan yang menunjukkan bahwa pelaku bisnis dapat meluncurkan promosi atau kampanye lebih awal untuk mendorong penjualan.
Dari sisi produknya, selama Ramadan tahun ini sebanyak 39 persen masyarakat Indonesia lebih mempertimbangkan faktor kesehatan dalam memilih makanan, sementara 36 persen bersedia membayar lebih mahal untuk produk dan layanan yang ramah lingkungan.
Hal ini mencerminkan meningkatnya kesadaran akan gaya hidup sehat dan berkelanjutan.
Baca Juga: Gegara Obat Nyamuk, Rumah Warga Cibodas Pandeglang Hangus Terbakar
“Brand yang menawarkan paket hampers/parsel berisi produk gaya hidup sehat dan berkelanjutan dalam kemasan ramah lingkungan tidak hanya berpeluang menarik lebih banyak konsumen, tapi juga mendorong loyalitas mereka terhadap brand,” ujarnya.
Roy menambahkan Ramadan mengubah rutinitas harian masyarakat, menciptakan peluang unik bagi pelaku bisnis.
Data Grab menunjukkan lonjakan pesanan di GrabMart sebesar 49 persen antara pukul 03.00-05.00 pagi, saat keluarga menyiapkan santap sahur, dan 22 persen antara pukul 14.00-16.00 sore, menjelang waktu berbuka puasa.
Baca Juga: Dampak Efisiensi, Pegawai Kemenag Kota Cilegon Bekerja dari Rumah Setiap Jumat
“Dengan menyelaraskan program kampanye dengan momen-momen krusial ini, pelaku bisnis tidak hanya berpeluang meningkatkan engagement, tetapi juga mendorong pertumbuhan penjualan yang signifikan,” tuturnya.***



















