Guru di Kabupaten Serang Diminta Tinggalkan Perilaku Kolonial Seperti ....

- Kamis, 1 Desember 2022 | 06:13 WIB
Wakil Bupati Serang Pandji Tirtayasa menyerahkan sepeda motor kepada guru pemenang doorprize pada acara HUT PGRI dan HGN di Kecamatan Cinangka, Rabu 30 November 2022.
Wakil Bupati Serang Pandji Tirtayasa menyerahkan sepeda motor kepada guru pemenang doorprize pada acara HUT PGRI dan HGN di Kecamatan Cinangka, Rabu 30 November 2022.

BANTENRAYA.COM - Para guru di Kabupaten Serang dituntut untuk berubah dan berinovasi seiring berkembangnya informasi teknologi (IT) dan terjadinya perbahan zaman.

Para guru dituntut untuk meninggalkan paradigma lama dan berprilaku kolonial yang datang ke sekolah hanya untuk menggugurkan kewajiban.

Wakil Bupati Serang Pandji Tirtayasa mengatakan, situasi dan tunturan zaman mengharuskan para guru untuk bisa berubah dan beradaptasi dalam melaskanakan proses belajara mengajar.

Baca Juga: Diduga Lelangkan Sertifikat Tanpa Izin, BRI Pandeglang Rugikan Nasabah hingga Rp 2,8 Miliar

"Proses belajar mengajar harus efektif dan dapat diterima oleh siswa," ujar Pandji pada acara HUT PGRI ke-77 dan Hari Guru Nasional di Pantai Cibeurem, Kecamatan Cinangka, Rabu  30 November 2022.

Ia menjelaskan, saat ini sumber pengetahuan tidak melulu didapat dari bangku sekolah namun bisa didapat dari gadget sehingga tugas guru selain mengajar juga mendidik untuk membentuk karakter agar anak didik memiliki akhlak dan moral yang baik.

"Untuk kesejahteraan guru saat ini mulai relatif bagus terutama dengan adanya sertifikasi dari pemerintah pusat," katanya.

Baca Juga: Sudah Menang di Mahkamah Agung, Tanah Warga Tunjung Teja yang Tergusur Tol Tak Kunjung Dibayar KemenPUPR

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Serang Asep Nugrahajaya menegaskan, melalui platform merdeka mengajar para guru dapt mengambil bagian penting untuk masuk dalam proyeksi di masa depan.

"Tidak menutup kemungkinan nanti guru berada di ruang khusus dan anak-anak di ruang yang lain tapi bisa dilakukan proses belajar, jadi virtual teaching ini harus kita terima. Kita harus akui masih ada guru yang cara berfikirnya menggunakan paradigma lama," katanya.

Ketua PGRI Kabupaten Serang Janjusi mengajak kepada para guru agar meninggalkan paradigma lama yang berpilaku kolonial.

"Guru yang berprilaku kolonial itu yang hanya menggugurkan kewajibannya. Kalau guru tidak mau beradaptasi akan ditinggalkan oleh murid-muridnya," tuturnya.***

Editor: M Hilman Fikri

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X