• Senin, 28 November 2022

Tepat di Hari Guru Nasional, 49 Kepala Sekolah Dikumpulkan Polres Cilegon

- Jumat, 25 November 2022 | 15:42 WIB
Silaturahmi dan Tatap Muka Polres Cilegon dan MKKS Kota Cilegon mengantisipasi kenakalan remaja, Jumat, 25 November 2022. (Gillang Bantenraya.com)
Silaturahmi dan Tatap Muka Polres Cilegon dan MKKS Kota Cilegon mengantisipasi kenakalan remaja, Jumat, 25 November 2022. (Gillang Bantenraya.com)

BANTENRAYA.COM - Polres Cilegon mengumpulkan sebanyak 49 kepala sekolah di Kota Cilegon.

Kepala sekolah yang dikumpulkan berasal dari Kepala Sekolah Menengah Atas atau SMA dan Sekolah Menengah Kejuruan atau SMK sederajat. 

Dikumpulkannya puluhab kepala sekolah di Kota Cilegon bertepatan dengan Hari Guru Nasional yang jatuh pada Jumat, 25 November 2022.

Baca Juga: Link Nonton Resmi Reborn Rich Episode 4 Sub Indo: Kakek Jin Do Joon Murka

Kegiatan Silaturahmi dan Tatap Muka Polres Cilegon dengan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah atau MKKS dilaksanakan di Hotal Aston Cilegon, Jumat, 25 November 2022 pagi. 

Wakapolres Cilegon Kompol Andie Firmansyah mengatakan, Polres Cilegon melakukan forum group disscussion memberikan imbauan dan meminta masukan terkait kenakalan remaja. 

"Tujuannya memberikan imbauan atau sharing, kebersamaaan meminta masukan tentang kenakalan remaja, khususnya tentang beberapa minggu lalu ada kegiatan geng motor," kata Andie kepada awak media. 

Baca Juga: Katalog Promo JSM Superindo 25 hingga 27 November 2022 Diskon Produk Hingga 35 Persen

Polisi berpangkat satu melati ini mengatakan, munculnya kenakalan remaja tak lepas dari perkembangan teknologi informasi di media sosial. 

"Muncul penyebabnya, namanya remaja, perubahan perilaku dan perubahan emosional. Mudah sekali terpancing, apalagi sekarang dengan media sosial dalam penyalahgunaan komunikasi," tuturnya. 

Andie meminta kepada kepala sekolah agar betul-betul mengawasi siswanya.

Baca Juga: Khusus Warga Surabaya, Aris Nugraha Sutradara Preman Pensiun 7 Menunggumu, Cek Syaratnya Disini

"Apabila ada kegiatan yang merugikan orang banyak, seperti penggubaan senjata tajam nanti akan digunakan undang-undang darurat," tegasnya. 

Kata Andie, pada tahun ini, pihaknya menemukan 2 kasus kenakalan remaja dengan memvawa senjata tajam yang membuat pelakunya berurusan dengan kepolisian. 

"Dalam beberapa bulan ini ada dua kali," ungkapnya.

Andie mengaku, Polres Cilegon saat ini telah memunyai Tim Jawara untuk melakukan patroli kamtibmas setiap jam-jam rawan. 

"Kita punya tim khusus, namanya Tim Jawara Polres Cilegon," akunya. 

Andie juga meminta Bhabinkamtibmas dan para Kapolsek untuk datang ke sekolah menjadi pembina upacara untuk memberikan imbauan agar tidak ada kenakalan remaja. 

"Harapannya dalam kegiatan ini terus bersinergi, terus memberikan imbauan kepada anak-anak sekolah," harapnya. 

Di tempat yang sama, Kepala SMA Muhammadiyah Cilegon Isma Fitriyah menyambut baik kegiatan tersebut. 

Menurutnya, dalam mencegah kenakalan remaja butuh kerjasama antar pihak. 

"Dengan adanya FGD ini, kami sekolah sangat terbantu, dan kita diberi pencerahan sekolah-sekolah bisa bekerjasama dengan Polres Cilegon," akunya. 

Isma juga mengaku setiap hari melakukan pengawasan terhadap peserta didiknya.

"Pengawasan di sekolah pastinya setiap hari kita mengingatkan anak-anak, razia handphone dan berkomunikasi dengan orang tua siswa," tuturnya.***

Editor: M Hilman Fikri

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X