Cuma Pakai Bambu Seadanya, Pedagang Pasar Baros Protes Soal Pasar Sementara yang Disiapkan Pemkab Serang

- Selasa, 15 November 2022 | 05:42 WIB
Para pekerja sedang membangun kios-kios untuk pasar sementara selama proses pembangunan Pasar Baros berlangsung, Senin 14 November 2022.
Para pekerja sedang membangun kios-kios untuk pasar sementara selama proses pembangunan Pasar Baros berlangsung, Senin 14 November 2022.

BANTENRAYA.COM - Pedagang Pasar Baros memprotes bangunan untuk pasar sementara yang dibangun oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang.

Pasalnya, selain lokasi pasar yang rawan terjadi banjir, material yang digunakan juga rawan rusak.

Pantauan Banten Raya di lokasi di Desa Sukamanah, Kecamatan Baros, para pekerja sedang membangun kios mengunakan material bambu.

Baca Juga: Sempat Nol, Covid 19 di Cilegon Naik Tajam, Kini Tembus 46 Kasus

Ukuran kios yang dibangun memilili lebar 2 mater dan panjang 2,7 meter serta tinggi 2 meter lebih. Untuk atap sendiri rencananya menggunakan terpal.

"Walaupun pasar sementara ini menurut kami tidak layak. Contoh saya dan pedagang lain yang jual klontongan membutuhkan tempat yang agak luas," ujar Ibing, salah seorang pedagang Pasar Baros, Senin 14 November 2022.

Ia berharap, walaupun hanya pasar sementara material bangunan yang digunakan bukan bambu namun material lain seperti kayu atau yang lainnya.

Baca Juga: Dinkes Pastikan Kota Serang Nihil Pasien Gagal Ginjal Akut, Banyaknya Malah Penyakit Ini

"Kalau bambu kan gimana gitu, ini kan pasar takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, terus kita menyimpan dagangan juga dimana kalau tempatnya sempit," katanya.

Sementara itu pedagang lain Iwan Setiawan berharap, Pemkab Serang bisa duduk bersama kembali dengan para pedagang karena pasar sementara yang dibangun jauh dari kata representatif.

"Sekarang sudah masuk musim hujan dan lokasi ini pasti rawan banjir karena posisi lahanya cekung," katanya.

Baca Juga: Pasca Dikukuhkan, MUI Kota Serang Programkan Dakwah Digital yang Persisnya Seperti Ini

Iwan menutrukan, pada prinsipnya pedagang menerima direlokasi selama tempat relokasinya layak untuk ditempati.

"Ini tidak sesuai dengan yang disosialisasikan karena enggak ada toilet dan musalah. Terus antar kios yang satu dengan yang lain tidak ada sekar, bagaimana kita bisa menyimpan barang-barang kita," ujar pria pedagang emas itu.

Terpisah, Kepala Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan (Diskoumperindag) Kabupaten Serang Adang Rahmat menjelaskan, pembangunan kios menggunakan material bambu karena pihaknya tidak ingin menghambur-hamburkan anggaran karena setelah pasar yang lama selesai dibangun pasar sementara langsung dibongkar lagi.

"Enggak banjir sudah diratakan, terus kalau ukuran disesuaikan dengan kios yang ada di pasar yang sekarang. Insya Allah mayoritas pedagang sudah sepakat. Pindahnya awal bulan depan dan pasar yang lama langsung dibongkar. Kalau pembangunannya bulan Januari. Pedagang menempati pasar sementara sekitar tujuh bulan," ungkapnya.***

Editor: M Hilman Fikri

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X