Dinkes Pastikan Kota Serang Nihil Pasien Gagal Ginjal Akut, Banyaknya Malah Penyakit Ini

- Selasa, 15 November 2022 | 05:31 WIB
Kepala Dinkes Kota Serang Ahmad Hasanuddin memberikan keterangan pers. (Harir Baldan Banten Raya)
Kepala Dinkes Kota Serang Ahmad Hasanuddin memberikan keterangan pers. (Harir Baldan Banten Raya)

BANTENRAYA.COM - Dinas Kesehatan Kota Serang memastikan bahwa Kota Serang nihil pasien gagal ginjal akut.

Hal itu lantaran tidak ditemukan ada pasien gagal ginjal akut yang dirawat di seluruh rumah sakit baik daerah maupun swasta di Kota Serang.

Kepastian tidak ada pasien gagal ginjal akut itu disampaikan Kepala Dinkes Kota Serang dr Ahmad Hasanuddin.

Baca Juga: Pasca Dikukuhkan, MUI Kota Serang Programkan Dakwah Digital yang Persisnya Seperti Ini

Ahmad Hasanuddin mengatakan, berdasarkan hasil pantauannya di seluruh rumah sakit yang ada di Kota Serang, tidak ditemukan pasien gagal ginjal akut yang dirawat di rumah sakit daerah maupun swasta.

"Yang saya pantau di rumah sakit kota Serang satu. Kemudian rumah sakit dari sebelah barat, rumah sakit Puri Gracia, rumah sakit Fatimah, rumah sakit kencana, RS Dradjat, RS bunda dan RS Budi asih, RS Sari asih, Sampai dengan RS kota Serang, itu tidak ada yang gagal ginjal yang sering diberitakan di TV-TV itu," kata Ahmad Hasanuddin, kepada Banten Raya, Senin 14 November 2022.

Saat disinggung soal adanya 90 pasien yang menjalani perawatan cuci darah di Rumah Sakit Sari Asih Serang, Ahmad Hasanuddin menjelaskan, cuci darah bukan karena gagal ginjal akut, melainkan kerusakan pada ginjal.

Baca Juga: Warga Pandeglang Digegerkan Penemuan Mayat Laki-laki di Pinggir Sawah

"Kalau kayak gitu bisa saja. Itu kan cuci darah. Cuci darah itu orang yang kena diabetes melitus dalam hal ini kencing manis. Kencing manisnya tidak terkontrol, semakin parah bisa jadi cuci darah. Ini bukan kaitannya dengan gagal ginjal akut tadi. Cuci darah lain ini sebabnya karena kerusakan ginjal," jelas dia.

Kendati demikian, Ahmad Hasanuddin mengakui bahwa ada pasien yang mengidap gagal ginjal karena kencing manis.

"Jadi ada diabetes melitus gula darah tinggi, ada juga kencing manis. Awalnya gula darah tinggi, tapi saking tingginya ginjal tidak bisa menyaring, ginjal jebol maka gulanya turun ke urine. Akhirnya kencing manis tadi," terangnya.

Baca Juga: Apa Arti dari Wakanda? Bahasa Gaul yang Ranai Digunakan Netizen hingga Viral di Twitter

Ahmad Hasanuddin memastikan Kota Serang nihil pasien gagal ginjal akut

"Itu saya tanyakan dari RS yang saya sebutkan tadi tidak ada," akunya.

Bila ada pasien yang mengidap gagal ginjal akut, Ahmad Hasanuddin mengimbau untuk segera merujuk ke rumah sakit, agar segera ditangani oleh tenaga kesehatan.

Baca Juga: Kotak Kosong Menang dalam Pilkades Lebak Setu

"Segera. Gejalanya dia bisa kencingnya berkurang atau sama sekali tidak kencing. Kemudian bisa sampai dengan tidak sadarkan diri, parahnya meninggal," tutur Ahmad Hasanuddin.

Untuk Pengawas terhadap apotik di Kota Serang, Dinkes Kota Serang bersama Polda Banten, Polres Serang Kota, dan Badab POM sudah turun ke apotek -apotek di Kota Serang.

"Saya beberapa hari yang lalu, bagian farmakes sudah turun ke apotek. Yang lain sudah dikasih edaran. Pasti ngikutin," pungkas dia. ***

Editor: M Hilman Fikri

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Stunting di Kota Serang Hampir Mencapai 2.000 Kasus

Kamis, 1 Desember 2022 | 06:27 WIB
X