Jadi Pasar Tumpah, Taman Sari Kota Serang Kembali Diserbu Pedagang Kaki Lima, Semrawut dan Kumuh

- Senin, 7 November 2022 | 05:45 WIB
Pedagang balik lagi berjualan di depan Tamansari, Kota Serang, Minggu 6 November 2022. (Harir Baldan Banten Raya)
Pedagang balik lagi berjualan di depan Tamansari, Kota Serang, Minggu 6 November 2022. (Harir Baldan Banten Raya)

BANTENRAYA.COM - Daerah Tamansari Kota Serang kembali diserbu para pedagang kaki lima. Alhasil pemandangan didepan Tamansari kembali terlihat kumuh dan semrawut, lantaran seperti pasar tumpah.

Berdasarkan pantauan Banten Raya, Minggu 6 November 2022 pagi, para pedagang berjualan di bahu Jalan Sultan Agung Tirtayasa, tepatnya di depan Tamansari.

Imbas adanya para pedagang tersebut, arus kendaraan yang melintas di jalan itu menjadi macet.

Baca Juga: Perlu Alat Khusus? Simak Cara Melihat Gerhana Bulan Total 8 November 2022 yang Bisa Diamanati di Indonesia

Menanggapi hal ini, Kepala UPT Pasar Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perindustrian dan Perdagangan atau Dinkop UKM Perindag Kota Serang Muhit membenarkan bahwa Tamansari kembali diserbu para pedagang.

"Iya betul. Pedagang Taman Sari yang tadinya jualan di Kepandean, pindah lagi ke Taman Sari," ujar Muhit, kepada Bantenraya.com, Minggu 6 November 2022.

Menurut Muhit, para pedagang balik lagi ke Tamansari, lantaran iri dengan pedagang yang lain masih dibiarkan berjualan di Tamansari.

Baca Juga: Jadwal dan Lokasi Pengamatan Gerhana Bulan Total 8 November 2022, Indonesia Kebagian?

"Jadi menurut informasi dari koordinator kami, alasan mereka pindah lagi ke Taman Sari, karena iri ada beberapa pedagang yang masih berjualan di Taman Sari, akhirnya mereka balik lagi karena ada pembiaran," ucap dia.

Muhit menuturkan, para pedagang yang balik lagi berjualan di Tamansari ada yang mengkoordinir.

Bahkan, kata Muhit, para pedagang ditarif pungutan liar sebesar Rp 5.000 per pedagang.

Baca Juga: 11 Negara yang Tidak Mungkin Tampil di Piala Dunia FIFA Sampai Kapanpun, Ada Daerah Asal Klub Raksasa Eropa

Namun Muhit mengaku belum mengetahui identitas koordinator para pedagang Tamansari.

"Si pedagang dipungut iuran Rp5.000 per pedagang. Kurang tau buat apa dan siapanya," akunya.

"Informasi dari anak buah saya, ada yang bertanggung jawab, tapi siapa-siapanya saya belum tahu. Nanti akan saya cari tahu siapa yang bertanggung jawab di situ," sambung dia.

Muhit mengaku pihaknya pun sudah berupaya melarang para pedagang tidak berjualan di area Tamansari, namun para pedagang bandel dan tetap berjualan di area Tamansari.

"Saya sudah pasang spanduk imbauan di situ di pagar Tamansari dan pohon. Kalau jualan di Tamansari kenakan denda Rp 3 juta atau kurungan 3 bulan. Tapi Jojong bae," katanya.

Tak hanya itu, Muhit pun akan berkoordinasi dengan Satuan Polisi Pamong Praja atau Satpol PP Kota Serang. Hal itu dilakukan untuk dilakukan penertiban terhadap para pedagang yang masih jualan di Tamansari.

"Pasti akan menyurati Satpol sebagai penegak Perda agar ditertibkan. Waktu itu juga sudah koordinasi Satpol tiap pagi monitoring ke situ," jelas Muhit.

Salah seorang pedagang yang enggan menyebutkan identitasnya mengaku alasan berjualan di Tamansari lagi karena pembelinya enggan ke Pasar Kepandean karena kejauhan.

"Kalau di sini sudah ada pelanggannya, kalau di sana pelanggannya kejauhan," tutur pedangan sayuran ini. ***

Editor: M Hilman Fikri

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Stunting di Kota Serang Hampir Mencapai 2.000 Kasus

Kamis, 1 Desember 2022 | 06:27 WIB
X