Huni Tanah Wakaf Masjid Agung, 120 Kepala Keluarga di Kota Serang Direlokasi Bertahap

- Rabu, 26 Oktober 2022 | 05:54 WIB
Ketua Yayasan Masjid Agung Ats Tsauroh H Sanwani (tengah peci) didampingi Asda I Kota Serang Subagyo menghadiri acara rapat tim relokasi penghuni tanah wakaf Masjid Agung Ats Tsauroh Kota Serang di Aula Setda lantai 1 Puspemkot Serang, Kota Serang, Selasa 25 Oktober 2022. (Harir Baldan Banten Raya)
Ketua Yayasan Masjid Agung Ats Tsauroh H Sanwani (tengah peci) didampingi Asda I Kota Serang Subagyo menghadiri acara rapat tim relokasi penghuni tanah wakaf Masjid Agung Ats Tsauroh Kota Serang di Aula Setda lantai 1 Puspemkot Serang, Kota Serang, Selasa 25 Oktober 2022. (Harir Baldan Banten Raya)

BANTENRAYA.COM - Relokasi warga Lingkungan Kantin, Kelurahan Cimuncang, Kecamatan Serang, yang menghuni tanah wakaf Masjid Agung Ats Tsauroh seluas 1,2 hektare direncanakan dimulai awal November 2022.

Rencana relokasi warga Lingkungan Kantin ini terungkap pada rapat tim relokasi penghuni tanah wakaf Masjid Agung Ats Tsauroh Kota Serang dan persiapan sosialisasi tahap II.

Rapat relokasi warga Kantin digelar di Aula Setda lantai 1, Puspemkot Serang, Kota Serang, Selasa 25 Oktober 2022.

Baca Juga: Kekurangan PNS, Tahun 2023 Pemkot Serang Tetap Akan Angkat Tenaga Honorer

Ketua Yayasan Masjid Agung Ats Tsauroh Kota Serang, H Sanwani mengatakan, relokasi warga Lingkungan Kantin ditarget Desember 2022 rampung. Akan tetapi, rencana relokasi warga Lingkungan Kantin dilakukan secara bertahap.

"Tadi itu kalau gak salah awal bulan besok.
Kalau catatan awal 105 KK. Tapi kan bisa kurang bisa nambah. Kan tadi saya sampaikan makanya harus ada tim supaya tidak sporadis," ujar H Sanwani, kepada Bantenraya.com.

H Sanwani menginginkan relokasi dilakukan secara sekaligus, namun untuk menghargai masyarakat Kantin pihaknya menginginkan relokasi secara bertahap.

Baca Juga: Kalah Saing dengan Transportasi Online, Trayek Angkutan Pedesaan Tidak Diminati Pengusaha

"Pengennya mah sekaligus, lebih cepat lebih baik, tapi kalau misalkan kita bertahap aja, ya kita juga menghargai sepanjang beliau menghargai juga," katanya.

Sebelum merelokasi, kata H Sanwani, akan melakukan sosialisasi terlebih dahulu ke warga Lingkungan Kantin.

"Yang jelas kita sosialisasi ke masyarakat. Kita sampaikan dan sambil menunggu persiapan perumahannya," ucap dia.

Menurut H Sanwani, relokasi warga Lingkungan Kantin tidak bisa dilakukan secara terburu-buru, karena banyak hal-hal yang berkaitan.

"Nah sekarang kan berdasarkan dari pihak perumahan kan sudah siap, tinggal melengkapi fasilitas seperti lampu dan sebagainya. Jadi intinya bukan lambat. Kita kan karena para pihak terkait, bukan sekadar memindah doang," jelasnya.

H Sanwani juga mengklaim terkait relokasi warga Lingkungan Kantin tidak ada penolakan hingga demo warga Kantin yang sempat ramai.

H Sanwani meminta adanya isu penolakan itu agar diklarifikasi

" Tidak ada. Harus diklarifikasi itu bukan demo, tidak ada demo. Jadi Penolakan juga gak ada, menolak kepada siapa? Kecuali kepada saya gak pernah. Jadi itu mah so opos aja menurut saya mah," tegas H Sanwani.

"Dan belum tentu penghuni Kantin harus diuji dulu kebenarannya. Dan kami tidak mau menguji biarkan aja karena itu menguntungkan ke kami secara tidak langsung itu menyosialisasikan ke kami bahwa itu tanah wakaf, justru kami berterima kasih. Kita ambil positifnya aja," tandasnya.

Asisten Daerah (Asda) I Kota Serang Subagyo mengatakan, warga Lingkungan Kantin sejatinya paham bahwa lahan yang dihuni adalah tanah wakaf.

"Yang jelas warga sih sebetulnya memang akan dibongkar dan akan dimanfaatkan untuk kepentingan masjid," kata Subagyo, kepada Bantenraya.com.

Subagyo menyebutkan, berapa kendala sehingga relokasi warga Kantin belum dilakukan, karena kurangnya pemahaman dan sosialisasi ke masyarakat, sehingga beberapa waktu lalu terjadi demonstrasi yang dilakukan mahasiswa.

"Tapi setelah mereka tahu titik permasalahannya akhirnya mereka minta maaf. Ada beberapa elemen mahasiswa yang sempat demo. Tapi ya mereka minta maaf, karena belum tahu duduk permasalahannya seperti apa," ungkap dia.

Masih di lokasi sama, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Serang Iwan Sunardi mengatakan, pasca clean and clear pendataan jumlah kepala keluarga (KK) by name by address, pihaknya siap membantu penggusuran

"Iya makanya kan lagi pembahasan artinya nanti jangan sampai nanti relokasi pembongkaran ada kegaduhan. Karena mungkin ada informasi ynag tidak tersampaikan," ujar Iwan Sunardi, kepada Bantenraya.com.

Berdasarkan data sementara, kata Iwan Sunardi, jumlah warga Kantin yang menghuni tanah wakaf Masjid Agung Ats Tsauroh berjumlah 120 KK.

"Nah itu yang saya sampaikan tadi. Jangan sampai ada penambahan-penambahan hasil pendataan," ucap dia.

"Ya By name. Kenapa tadi yang saya sampaikan 112 awal jadi 120 berarti kan ada penambahan. Artinya hasil 120 ada kemungkinan bisa 140. Harus tegas dari yayasan pendataan," jelasnya.

"PU adalah sebagai tim untuk ketika sudah clear masuk ke dalam untuk melakukan pembongkaran. Jadi PU pasca. Eksekusi," sambung dia. ***

Editor: M Hilman Fikri

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Stunting di Kota Serang Hampir Mencapai 2.000 Kasus

Kamis, 1 Desember 2022 | 06:27 WIB
X