Kalah Saing dengan Transportasi Online, Trayek Angkutan Pedesaan Tidak Diminati Pengusaha

- Rabu, 26 Oktober 2022 | 05:43 WIB
Benny Yuarsa, Kepala Dishub Kabupaten Serang.
Benny Yuarsa, Kepala Dishub Kabupaten Serang.

BANTENRAYA.COM - Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Serang telah melakukan penataan lintasan trayek angkutan pedesaan.

Dari 16 lintasan trayek yang telah ditetapkan melalui peraturan bupati (Perbup) hanya enam lintasan yang sudah terisi, sedangkan 10 lintasan masih kosong karena minat pengusaha angkutan berkurang.

Kepala Dishub Kabupaten Serang Benny Yuarsa mengatakan, saat ini minta para pengusaha yang berusaha di bidang angkutan pedesaan terus berkurang karena mereka melihat situasi dan kondisi sekarang dimana penumpang umum lebih memilih transportasi online, baik itu kendaraan roda dua mupun roda empat.

Baca Juga: Sulit Ditanggulangi, Desa Citasuk Padarincang akan Jadi Zona Banjir Abadi

"Kemudian masyarakat juga banyak yang memiliki kendaraan pribadi. Jadi dari 16 lintasan trayek beru enam yang terisi dan itu pun jumlah armadanya hanya 57 unit," ujar Benny saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa 25 Oktober 2022.

Ia mengungkapkan, pihaknya telah menghitung alokasi sesuai dengan kebutuhan jumlah armada yang harus melayani pada setiap lintasan trayek tersebut.

"Kita hitung berdasarkan suplai dan demand di masing-masing lintasan itu, cuman karena pengusaha angkutan inginnya yang terlihat ramai jadi mereka agak enggan untuk mengisi trayek itu," katanya.

Baca Juga: Punya Harga dan Potensi Bagus, Kacang Tanah di Kabupaten Serang Belum Menjadi Komoditas Unggulan

Untuk lintasan trayek yang menjadi primadona seperti lintasan trayek ke arah Serang timur walaupun ternyata trayek tersebut bukan kewenangan Kabupaten Serang karena masuk lintasan antar kota dalam provinsi (AKDP).

"Jadi melayani dua daerah Kota Serang dan Kabupaten Serang, bahkan ada yang sampai Balaraja," ungkapnya.

Benny mengungkapkan, pihaknya tidak dapat memaksa para pengusaha angkutan untuk mengisi lintasan-lintasan trayek yang masih kosong.

"Mereka (pengusaha-red) berusaha kan mencari keuntungan. Yang sudah terisi itu di antaranya Nikomas-Tanara, Nikomas-Kopo, Nikomas-Pamarayan, dan Gorda-Binuang," tuturnya.***

Editor: M Hilman Fikri

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X