Punya Risiko Besar Kecelakaan, Driver Ojol di Cilegon Dibekali Cara Pompa Jantung

- Jumat, 21 Oktober 2022 | 18:52 WIB
Pelatihan petolongan pertama kegawatdaruratan yang dilakukan RSKM Cilegon terhadap driver ojol, Jumat, 21 Okotber 2022. (Gillang Bantenraya.com)  
Pelatihan petolongan pertama kegawatdaruratan yang dilakukan RSKM Cilegon terhadap driver ojol, Jumat, 21 Okotber 2022. (Gillang Bantenraya.com)  

BANTENRAYA.COM – Puluhan pengendara ojek online atau driver ojol di Kota Cilegon dibekali pengetahuan tentang pertolongan pertama kegawatdaruratan.
 
Keterampilan pertolongan pertama kegawatdaruratan perlu dimiliki driver ojol lantaran pekerjaan di jalan raya sangat berisiko terjadi kecelakaan.
 
Bukan hanya kecelakaan yang terjadi pada diri sendiri, melainkan juga kecelakaan yang bisa saja terjadi pada pengendara lain.

Baca Juga: Warga Kota Serang Tewas Ditusuk Pria Misterius Saat Pulang Sholat Jumat
 
Driver Ojol juga juga diharapkan bisa membantu pengguna jalan lain saat terjadi kecelakaan.
 
Pelatihan pertolongan pertama kegawatdaruratan dilakukan oleh Rumah Sakit Krakatau Medika atau RSKM Cilegon dengan mengundang puluhan driver ojol di Kota Cilegon.
 
Pelatihan tersebut dilakukan di Gedung Medical Check Up RSKM Cilegon, Jumat 21 Oktober 2022 pagi.

Baca Juga: Warga Cirebon Melotot Melihat Alat yang Dibuat Siswa Cilegon di Ajang TTG Nasional, Begini Penampakannya
 
Corporate Secretary RSKM Cilegon Siwi Hartati mengatakan, pelatihan Pertolongan Pertama Kegawatdaruratan terhadap driver ojol dilaksanakan dalam rangka Hari Ulang Tahun IHC atau PT Pertamina Bina Medika yang ke 25.
 
Dimana, RSKM Cilegon saat ini sahamnya mayoritas milik PT Pertamina Bina Medika.
 
“Secara serentak rumah sakit dibawah PT Pertamina Bina Medika melakukan pelatihan bantuan hidup dasar dan P3K untuk ojol,” kata Siwi ditemui di RSKM Cilegon, Jumat, 21 Oktober 2022.

Baca Juga: Buka Gelaran Festival Maulid, Walikota Cilegon Minta Warga Lestarikan Marawis dan Kasidah
 
Dikatakan Siwi, pelatihan petolongan pertama kegawatdaruratan lantaran driver ojol setiap hari di jalan.
 
“Agar mereka (driver ojol) dapat membantu orang lain Ketika terjadi kecelakaan atau henti nafas, pelatihan penanganan luka, pelatihan penanganan henti nafas,” katanya.
 
Ia berharap bisa ilmu yang diterima driver ojol bisa diterapkan Ketika melihat kecelakaan.

“Nanti juga kita harapannya melakukan pelatihan ke masyarakat,” ucapnya.
 
Di tempat yang sama, salah satu Driver Ojol Hamami mengaku sangat beruntung ikut serta dalam pelatihan pertolongan pertama kegawatdaruratan.
 
“Ilmu yang kita dapat bukan buat saya saja, tetapi bisa dilakukan ke orang lain,” katanya.
 
Hamami mengaku mendapatkan pelatihan menghadapi korban kecelakaan yang henti nafas, patah tulang dan kecelakaan ringan.
 
“Biasanya kalau nemu kecelakaan di jalan ya kasih betadine, air mineral, diangkat ke pinggir jalan, kalau yang fatal kita carikan rumah sakit terdekat,” ujarnya. ***
 

Editor: M Hilman Fikri

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X