Wakil Ketua Dewan Nilai Pembangunan SDN 12 Kota Cilegon Pakai Uang CSR Tak Tepat

- Kamis, 20 Oktober 2022 | 17:51 WIB
akil Ketua DPRD Kota Cilegon Hasbi Sidik.
akil Ketua DPRD Kota Cilegon Hasbi Sidik.



BANTENRAYA.COM - Wakil Ketua DPRD Kota Cilegon Hasbi Sidik menilai pembangunan ruang kelas SDN 12 Cilegon yang terbakar menggunakan Corporate social responsibility atau CSR industri tak tepat.

Hal itu malah justru proses pembangunan akan berjalan sangat lambat dan lama.

Pihaknya justru menginginkan pembangunan dilakukan dengan Dana Tak Terduga atau DTT.

Baca Juga: Ternyata Zat Ini yang Sebabkan Gagal Ginjal Akut dari Obat Sirup Kata Menkes

Dimana jika dengan DTT tersebut prosesnya hanya cukup Surat Keputusan atau SK dari Walikota Cilegon dan dilakukan lelang cepat.

Diketahui, awalnya Pemkot Cilegon berencana membangun 3 ruang kelas terbakar di SDN 12 Cilegon di Lingkungan Tumenggung, Kelurahan Jombang Wetan, Kecamatan Jombang dengan anggaran DTT. Namun, belakangan Pemkot Cilegon mengubah kebijakan dengan mekanisme meminta bantuan dari dana CSR industri.

Menurut Hasbi, jika dengan DTT maka bisa secepatnya dilakukan pembangunan. Sebab, DTT sudah tersedia tinggal direalisasikan dalam hitungan pekan tidak lagi bulan.

Baca Juga: Ikatan Apoteker Tetap Tunggu Hasil BPOM, Sementara Obat Sirup Tetap Bisa Digunakan dengan Pertimbangan Ini

“Jadi tinggal SK saja dari Walikota untuk mengeluarkan DTT pembangunan kelas yang terbakar. Lalu, bisa dilakukan lelang cepat jika anggaran yang dibutuhkan Rp500 sampai Rp600 juta. Artinya, bisa bulan ini langsung dibangun,” katanya kepada wartawan, Kamis 20 Oktober 2022.

Jika dengan CSR, lanjut Hasbi, butuh mekanisme dan waktu yang panjang. Terlebih sekarang sudah menjelang akhir tahun dimana tentu saja anggaran CSR industri bisa jadi sudah menipis. Dibandingkan dengan DTT hal tersebut akan butuh waktu dan birokrasi yang panjang.

“Harus proposal pengajuan dahulu, rapat dengan industri. Belum lagi kantor pusat industri itu di Jakarta dan memakan waktu birokrasi yang panjang. Bisa jadi satu atau dua bulan dananya baru terkumpul,” ucapnya.

Baca Juga: dr Tifa Pertanyakan Kenapa Etilen Glikol Baru Sebabkan Gagal Ginjal Sekarang, Kaitkan dengan Vaksin Covid-19

Menurutnya, apa yang sudah dilakukan Pemkot Cilegon dalam hal ini Walikota Cilegon Helldy Agustian justru sebuah kesalahan disaat para siswa sudah membutuhkan ruang belajar yang cepat.

“Jadi ini keliru, butuh cepat karena sekarang anak-anak belajar di ruang perpustakaan secara bergantian. Harusnya diambil langkah taktis. Lagian DTT kita masih ada banyak, dan buat apa untuk penanganan pandemi sudah tidak membutuhkan itu juga,” tegasnya.*

Editor: M Hilman Fikri

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X