• Rabu, 7 Desember 2022

Sudah Lapuk, Dua Rumah Janda Tua di Bulakan Kota Cilegon Tak Dapat Bantuan Rutilahu

- Senin, 3 Oktober 2022 | 07:52 WIB
Rumah janda tua di Bulakan, Kota Cilegon tak menerima bantuan, Jumat, 30 September 2022. (Gillang Banten Raya)
Rumah janda tua di Bulakan, Kota Cilegon tak menerima bantuan, Jumat, 30 September 2022. (Gillang Banten Raya)

BANTENRAYA.COM – Dua rumah janda tua di Kelurahan Bulakan, Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon tak dapat bantuan rumah tidak layak huni atau Rutilahu. 

Padahal, kondisi rumah dua janda tua di Bulakan tersebut sangat memprihatinkan lantaran saat hujan kerap bocor.

Keduanya, merupakan bangunan tua yang telah berusia puluhan tahun, bahkan salah satu diantaranya berdinding bilik bambu pada beberapa bagian rumah.

Baca Juga: 10 Kata-kata atau Ucapan Boyfriend Day yang Menarik, Singkat, Penuh Makna dan Paling Terbaru

Dua rumah milik janda tua yang tak menerima bantuan berada di RT 03 RW 04 Lingkungan Lebakayang, Kelurahan Bulakan.

Dua janda tua yang menempati rumah tidak layak tersebut, kini juga tidak memunyai pemghasilan tetap. 

Salah satu pemilik rumah, Miah 62 tahun menuturkan, pihaknya memang beberapa kali menerima bantuan uang dari pemerintah, namun untuk bantuan Rutilahu Ia tidak menerima bantuan.

Baca Juga: Ini Arti dan Penjelasan Kode 03031 yang Viral di TikTok dan Banyak Dicari 

Ia tak menampik, hampir tak ada pendataan ataupun wakil rakyat setempat untuk memerhatikan kondisi rumahnya tidak layak huni.

 “Rong balen (dua kali) oleh picis (Dapat bantuan), 600 ribu cukup ya cukup, telu wulan sepisan (tiga bulan sekali),” kata Miah ditemui di rumahnya.

Miah saat ini hidup sebatangkara di rumahnya yang telah ditempati puluhan tahun. 

Miah memunyai satu anak, tetapi berada di luar kota dan jarang memberikan uang kepadanya. 

“Bantuan bedah rumah urung oleh (belum dapat). Pengennya dibedah (rumah),” kata Miah ditemui Bantenraya.com, Jumat, 30 September 2022.

Ia saat ini bekerja membantu salah satu sekolah swasta membantu membersihkan sekolah swasta tersebut.  

“Sehari-hari bantuin di pondok, nyapu paling. Nyapu doang,” katanya.
 
Warga Lebakayang lainnya, Sereah 76 tahun mengaku telah lama ditinggal suaminya. 

Saat ini Sereah tinggal hanya dengan satu anaknya, itupun mengalami sakit berkepanjangan. 

“Awalnya dapat beras, saiki ora oleh (sekarang tidak dapat). Awalnya tiga wadah, saiki ora oleh (tidak dapat),” katanya ditemui di rumahnya.

Sereah mengaku memunyai anak 4 laki-laki namun sudah pada berumah tangga masing-masing. 

Ia pernah diminta data untuk bantuan rehab rumah, namun tidak mendapat bantuan Rutilahu hingga saat ini. 

“Pernah didata, ngakune wong Cibeber (Ngakunya orang Cibeber), kite mah ore (saya tidak) batuan. (Tanah) dari orang tua, sertifikat ada,” tuturnya.

Sereah juga tak menampik tidak ada peran dari wakil rakyat setempat. Ia berharap menerima bantuan rutilahu karena saat ini rumahnya saat hujan bocor. 

“Didata, tetapi tidak dapat bantuan,” tuturnya.

 Dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Lurah Bulakan Nuriyana mengaku belum bisa menjelaskan persoalan tersebut lantaran masih sakit. 

“Nanti ya saya jawabnya, saya lagi sakit ya,” tuturnya.***

Editor: M Hilman Fikri

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X