• Minggu, 2 Oktober 2022

Usaha Tambak Udang di Pandeglang Menjamur, Wajib Bayar Pajak Bumi dan Bangunan

- Jumat, 22 Juli 2022 | 16:32 WIB
Lahan sawah di Desa Rancapinang, Kecamatan Cimanggu dalam tahap pemerataan untuk dijadikan perusahaan tambak udang, Jumat 15 Juli 2022. (Yanadi/Bantenraya.com)
Lahan sawah di Desa Rancapinang, Kecamatan Cimanggu dalam tahap pemerataan untuk dijadikan perusahaan tambak udang, Jumat 15 Juli 2022. (Yanadi/Bantenraya.com)

BANTENRAYA.COM - Badan Pendapatan Pajak Daerah Kabupaten Pandeglang berencana akan melakukan inventarisir pengusaha tambak udang yang belum membayar pajak bumi dan bangunan.

Para pengusaha tambak udang, wajib membayar pajak bumi dan bangunan. Sebab, pajak yang dibayarkan untuk meningkatkan pendapatan asli daerah.

Berdasarkan data usaha tambak udang di Kabupaten Pandeglang menjamur. Namun masih minim membayar pajak bumi dan bangunan.

Baca Juga: Ini Isi Cuitan Roy Suryo yang Menyeretnya menjadi Tersangka Meme Stupa Borobudur

Kepala Bidang Penetapan Badan Pendapatan Pajak Daerah Kabupaten Pandeglang, Mukhlis Arifin mengatakan, hingga saat ini baru ada satu pengusaha tambak yang membayar pajak.

"Baru ada satu pengusaha tambak udang di Kecamatan Sumur sudah bayar pajak bumi dan bangunan Rp 500 juta," kata Muklis, Jumat 22 Juli 2022.

Menurutnya, masih ada pengusaha tambak udang yang harus membayar pajak bumi dan bangunan. "Rencana tahun ini ada penilaian untuk tambak udang. Sementara baru ada penilain tanahnya saja, yang dibebankan pajak," katanya.

Baca Juga: Profil dan Biodata Roy Suryo, Ditetapkan Jadi Tersangka Kasus Meme Stupa

Jika seluruh pengusaha tambak menggugurkan kewajibannya, membayar pajak, kata dia, pendapatan asli daerah yang dihasilkan dari sektor tambak bisa mencapai Rp 5 miliar hingga Rp 10 Miliar.

Halaman:

Editor: M Hilman Fikri

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pemkab Pandeglang Jamin Harga Gas Melon Normal

Kamis, 10 Maret 2022 | 14:37 WIB

MPP Pandeglang Raih Penghargaan dari Kemenpan RB

Selasa, 8 Maret 2022 | 18:17 WIB
X