• Senin, 8 Agustus 2022

UMKM Binaan DinkopUMK Kota Cilegon Sediakan Gipang Ketan, Bolu Kuwuk, Gegetas dan Akar Kelapa 

- Minggu, 26 Juni 2022 | 10:59 WIB
Pemilik brand Umi Naila Hajah Muniroh sedang menunjukkan jajanan produksinya, Sabtu, 25 Juni 2022.  (Gillang Bantenraya.com)
Pemilik brand Umi Naila Hajah Muniroh sedang menunjukkan jajanan produksinya, Sabtu, 25 Juni 2022.  (Gillang Bantenraya.com)

BANTENRAYA.COM- Gipang Ketan Umi Naila salah satu produsen gipang di Kota Cilegon kini beromset sekitar Rp 5 juta dalam sebulan. 

Gipang Ketan Umi Naila merupakan salah satu pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah atau UMKM binaan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil atau DinkopUMK Kota Cilegon

Pemilik UMKM Gipang Ketan Umi Naila, Muniroh mengatakan, usaha dimulai sekitar tujuh tahun lalu untuk membantu keuangan rumah tangga.

Awalnya, Ia hanya memroduksi Gipang Ketan saja, namun saat ini Ia juga memroduksi kue Bolu Kuwuk, kue Akar Kelapa, dan Gegetas. 

Baca Juga: Eks Holywings Bogor Disegel, Lantaran Jual Miras Lebih Dari 5 Persen

"Alasan saya awalnya agar ada usaha yang menghasilkan dan membantu suami. Omset per bulan sekitar 5 juta," kata Muniroh ditermui di rumahnya di Lingkungan Cilentrang, Kelurahan Purwakarta, Kelurahan Purwakarta, Kota Cilegon, Sabtu, 25 Juni 2022. 

Saat bulan ramadhan menjelang Hari Lebaran, kata Muniroh, bahkan omsetnya bisa mencapai Rp 25 juta dalam sebulan. 

Pesanan kue Gipang Ketan, Bolu Kuwuk, Akar Kelapa dan Gegetas meningkat tajam saat bulan ramadhan. 

Baca Juga: Fico Fachriza Tampil di SOMASI, Bercerita Tentang Kesehariannya di Penjara

"Kalau bukan ramadhan ya normal-normal saja," terangnya. 

Muniroh mengenalkan jajanan produksinya di etalase rumahnya. Pembeli yang sudah biasa memesan kue produksinya, datang ke rumahnya. 

Namun, Ia juga bekerjasama dengan tiga toko yang sudah rutin memasarkan dagangannya. 

Baca Juga: Penyebab Hujan Meteor Bootid Pada 27 Juni 2022 nanti, Bahayakah untuk Bumi?

"Ada tiga toko yang kita drop rutin selain penjualan di rumah. Saya juga jualan lewat online. Pelanggan ada dari Jakarta, Bekas, Bengkulu. Kalau online, ongkos kirim ditanggung pembeli," ungkapnya. 

Ia memilih brand Umi Naila karena anak perempuannya bernama Naila. Bersyukur, saat ini brand Umi Naila sangat mudah dicari di beberapa aplikasi jual beli online. 

"Saya juga dapat pelatihan pemasaran online dari Dinas Koperasi, jadi sekarang bisa promosi online. Pelatihan kemasan produk juga pernah dilakukan Dinas Koperasi," tuturnya.

Gipang Ketan Umu Naila sendiri dijual Rp 15 ribu untuk toples kecil, Rp 30 ribu untuk toples besar. Sementara, Bolu Kuwuk dijual Rp 20 ribu dalam satu kemasan isi 20 buah. Sementara, Akar Kelapa dan Gegetas masing-masing dijual Rp 20 ribu untuk ukuran 200 gram. 

"Yang kuta jual makanan khas Cilegon, untuk mengenalkan Cilegon ke daerah luar," tuturnya.***

Editor: M Hilman Fikri

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Alumni SMPN 3 Cilegon Gelar Reuni Akbar

Senin, 14 Maret 2022 | 14:00 WIB
X