• Sabtu, 3 Desember 2022

Pernah Hadapi Banjir Dahsyat, Ketua RT RW Kota Serang Diberi Pelatihan Siaga Bencana oleh PMI

- Jumat, 3 Juni 2022 | 19:15 WIB
RT RW di Kelurahan Banten, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, diberi pelatihan siaga bencana oleh PMI Kota Serang agar siap saat menghadapi bencana lagi. (Muhamad Tohir/ Bantenraya.com)
RT RW di Kelurahan Banten, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, diberi pelatihan siaga bencana oleh PMI Kota Serang agar siap saat menghadapi bencana lagi. (Muhamad Tohir/ Bantenraya.com)

BANTENRAYA.COM -- Sebanyak 25 orang ketua RT dan RW di Kelurahan Banten, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, diberi pelatihan Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (Sibat) oleh Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Serang.

Materi pelatihan Siaga bencana yang akan diberikan berupa teori dan praktik yang akan berlangsung selama dua hari pada hari Jumat dan Sabtu besok.

Ketua PMI Kota Serang Adde Rosi Khoerunnisa mengatakan, berkaca pada banjir bandang Kota Serang yang terjadi pada 1 Maret 2022 yang lalu, Kelurahan Banten, Kecamatan Kasemen, adalah daerah yang paling parah.

Saat itu, para korban banjir tidak mendapatkan arahan yang baik sehingga ketika mengungsi banyak yang terpisah dari anggota keluarga.

Guna mengantisipasi kekacauan penanganan korban bencana ketika bencana kembali datang, maka PMI Kota Serang berinisiatif untuk melatih para tokoh masyarakat di Kelurahan Banten agar mengetahui bagaimana seharusnya menghadapi bencana untuk meminimalisir adanya kerugian bahkan korban jiwa.

"Apabila bencana terjadi kita harus siap bagaimana koordinasinya, bagaimana penanggulangannya, bagaimana apabila terjadi bencana titik-titik mana saja yang memang harus terkoordinasi dengan baik," kata Aci, panggilan akrab Adde Rosi, Jumat, 3 Juni 2022.

Aci mengatakan, di Kota Serang, selain Kelurahan Banten sebelumnya juga pernah dilakukan pelatihan siaga bencana di Kelurahan Sawah Luhur, Kecamatan Kasemen.

Kelurahan Sawah Luhur juga merupakan salah satu daerah yang rawan bencana dan menjadi langganan banjir bila hujan deras turun.

Aci mengatakan, idealnya pelatihan siaga bencana dilakukan di seluruh kelurahan yang ada di 6 kecamatan yang ada di Kota Serang sehingga seluruh warga dapat memiliki pengetahuan bagaimana menghadapi bencana secara baik dan benar.

Namun dengan keterbatasan anggaran yang ada, maka pelatihan semacam ini baru bisa dilakukan di 2 kelurahan yang ada di Kota Serang.

Itupun menggunakan anggaran dari PMI Provinsi Banten.

Aci mengatakan, berkaca pada bencana banjir pada 1 Maret yang lalu semua pihak mengakui dan menyadari bahwa ada koordinasi yang tidak berjalan secara mulus dan rapi sehingga penanganan banjir masih terlihat centang perenang.

Setiap lembaga maupun organisasi perangkat daerah seperti berjalan masing-masing tidak ada yang mengkomandai sehingga semua potensi dan kekuatan yang ada tidak termanfaatkan dengan baik guna menanggulangi musibah tersebut.

Ketua Bidang Penanggulangan Bencana PMI Kota Serang Mad Buang mengatakan, 25 peserta pelatihan ini merupakan orang-orang pilihan yang dipilih secara khusus oleh kelurahan untuk mewakili RT dan RW yang ada di Kelurahan tersebut.

Mereka akan mengikuti pelatihan selama 2 hari yaitu ketika teori dilakukan di aula Kelurahan Banten dan praktik di lapangan Benteng Surosowan.

Lurah Banten Iip Hizbulloh mengapresiasi upaya yang dilakukan oleh PMI Kota Serang dalam melatih para tokoh masyarakat yang ada di kelurahannya agar siap ketika terjadi bencana.

Pengetahuan semacam ini penting bagi para tokoh masyarakat agar ketika bencana terjadi lagi mereka bisa lebih siap.

Dia mengatakan ketika terjadi bencana banjir pada 1 Maret yang lalu daerahnya merupakan yang paling banyak terdampak oleh musibah tersebut.

Karena belum memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk menangani bencana banjir maka pada banjir yang lalu masyarakat termasuk RT dan RW masing-masing fokus menyelamatkan diri sendiri dan keluarga terutama menyelamatkan barang-barang milik mereka dari rumah mereka.

Beruntung tidak ada korban jiwa di kelurahannya pada saat banjir lalu. Namun warga banyak mengalami kerugian karena mayoritas rumah mereka terdampak banjir. ***

Editor: M Hilman Fikri

Tags

Terkini

Stunting di Kota Serang Hampir Mencapai 2.000 Kasus

Kamis, 1 Desember 2022 | 06:27 WIB
X